Apa Itu Tri Suci Waisak? Ini Makna dan Peristiwa yang Diperingati

  • 29 Mei 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencerahan agung, dan Parinibbana
  • Ketiga peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam ajaran Buddha dan diperingati umat Buddha di seluruh dunia
  • Perayaan Waisak di Indonesia biasanya dipusatkan di Candi Borobudur dengan rangkaian ritual keagamaan dan refleksi spiritual

RRI.CO.ID, Jakarta – Tri Suci Waisak merupakan hari suci yang diperingati umat Buddha di berbagai negara, termasuk Indonesia. Perayaan ini menjadi momen penting untuk mengenang perjalanan hidup Buddha Gautama sekaligus melakukan refleksi spiritual.

Hari suci Waisak juga menjadi momentum refleksi bagi umat Buddha. Perayaan ini juga mengingatkan pentingnya menerapkan nilai kebijaksanaan, kasih sayang, dan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam perayaannya, umat Buddha memperingati tiga peristiwa penting yang dikenal sebagai Tri Suci Waisak. Ketiga peristiwa tersebut berkaitan dengan kelahiran Siddhartha Gautama, pencapaian pencerahan agung, dan Parinibbana atau wafatnya Sang Buddha.

Berikut tiga peristiwa yang diperingati dalam Tri Suci Waisak:

1. Kelahiran Siddhartha Gautama

Peristiwa pertama yang diperingati dalam Tri Suci Waisak adalah kelahiran Siddhartha Gautama. Ia lahir di Taman Lumbini, Nepal, pada tahun 623 Sebelum Masehi.

Siddhartha merupakan putra Raja Suddhodana dan Ratu Maya dari Kerajaan Kapilavastu. Dalam tradisi Buddhis, kelahirannya memiliki makna yang istimewa bagi umat Buddha.

Dalam kitab suci, Siddhartha mampu berjalan tujuh langkah sesaat setelah dilahirkan. Pada setiap jejak langkahnya itu dikisahkan tumbuh bunga teratai sebagai simbol kesucian dan kebajikan.

2. Pencerahan Agung (Bodhi)

Peristiwa kedua adalah saat Siddhartha Gautama mencapai pencerahan sempurna dan menjadi Buddha. Pencapaian tersebut diraih setelah menjalani pencarian spiritual dan bermeditasi di bawah Pohon Bodhi di Bodh Gaya, India.

Pada usia 35 tahun, Siddhartha memperoleh pemahaman mengenai hakikat penderitaan dan jalan menuju pembebasan. Peristiwa ini kemudian menjadi awal penyebaran ajaran Buddha ke berbagai wilayah dunia.

3. Parinibbana

Peristiwa ketiga adalah Parinibbana atau wafatnya Buddha Gautama pada usia 80 tahun di Kusinara, India. Dalam ajaran Buddha, Parinibbana dimaknai sebagai terbebasnya seseorang dari siklus kelahiran dan kematian.

Momen tersebut menjadi pengingat bagi umat untuk terus menjalankan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Umat juga diajak berpegang pada Dharma dan nilai-nilai kebajikan yang telah diajarkan Sang Buddha.

Perayaan Waisak di Indonesia umumnya dipusatkan di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berbagai rangkaian kegiatan keagamaan dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan Tri Suci Waisak.

Salah satu tradisi yang dilakukan adalah pengambilan air suci dari Mata Air Jumprit di Kabupaten Temanggung. Selain itu, umat Buddha juga mengambil api abadi dari Mrapen, Kabupaten Grobogan, untuk digunakan dalam rangkaian perayaan.

Rangkaian Waisak juga diisi dengan ritual Pindapatta, yakni pemberian dana makanan kepada para bhikkhu. Umat Buddha juga melaksanakan meditasi dan perenungan pada puncak bulan purnama yang dianggap sakral.

Perayaan Waisak biasanya ditutup dengan pelepasan lampion sebagai simbol harapan dan doa. Melalui perayaan ini, umat diajak meneladani nilai kasih sayang, kebijaksanaan, dan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....