Ngatiyana Ajak Serikat Pekerja Hadapi Tantangan Industri
- 30 Apr 2025 21:56 WIB
- Bandung
KBRN, Cimahi: Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menghadiri kegiatan Harmonisasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Tahun 2025 yang digelar di Sari Ater Hot Spring, Kabupaten Subang, Selasa (29/4/2025). Acara tersebut menjadi wadah memperkuat sinergi antara pemerintah dan serikat pekerja dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang kian kompleks.
Dalam sambutannya, Ngatiyana menekankan pentingnya menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan sebagai fondasi utama untuk mendorong produktivitas, membangun iklim usaha yang sehat, serta meningkatkan kesejahteraan pekerja.
“Serikat pekerja memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan hubungan industrial,” ujar Ngatiyana.
Ia juga menyoroti perkembangan teknologi yang pesat, terutama hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang diprediksi akan menggantikan sejumlah jenis pekerjaan.
Beberapa di antaranya, termasuk sopir bus, taksi, truk, operator telepon, resepsionis, petugas pengepakan, petugas gudang, hingga kasir.
“Realitas ini mengharuskan kita menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan baru dan mampu beradaptasi agar tidak tertinggal oleh zaman,” ucapnya.
Selain isu digitalisasi, Ngatiyana mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan kerja.
Menurutnya, tekanan kerja yang meningkat harus diimbangi dengan upaya menciptakan suasana kerja yang lebih sehat, aman, dan manusiawi.
Lebih lanjut, ia menyinggung kondisi ekonomi global yang kian tidak menentu akibat konflik dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Situasi tersebut berpotensi memicu kontraksi pasar, resesi, serta perubahan struktur pasar tenaga kerja global.
Oleh karena itu, menurutnya, dibutuhkan sistem jaminan sosial yang lebih kuat untuk melindungi pekerja.
Ngatiyana juga menyoroti tren global menuju ekonomi hijau sebagai tantangan sekaligus peluang baru. Ia mendorong semua pihak untuk bersiap menghadapi transisi menuju sistem ekonomi yang lebih ramah lingkungan.
“Seluruh isu ini menjadi pengingat bahwa harmonisasi hubungan industrial tidak hanya penting untuk masa kini, tetapi juga sebagai langkah antisipatif menghadapi masa depan. Mari kita perkuat solidaritas dan bersama-sama merancang langkah konkret demi kesejahteraan seluruh pihak,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....