Komisi XI DPR Beberkan Strategi Jitu Presiden Prabowo Jaga Harga BBM Subsidi
- 04 Mei 2026 10:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun membeberkan, strategi jitu Presiden Prabowo Subianto mempertahankan stabilitas harga BBM bersubsidi.
- Ketua DPP Golkar ini mengungkapkan, Presiden Prabowo kerja keras dengan beberapa menterinya mengunjungi negara-negara produsen minyak.
- Presiden dan Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia) pergi ke negara-negara produsen minyak agar suplainya masuk ke Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun membeberkan, strategi jitu Presiden Prabowo Subianto mempertahankan stabilitas harga BBM bersubsidi. Terutama, di tengah gejolak konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang kian memanas.
Ketua DPP Golkar ini mengungkapkan, Presiden Prabowo kerja keras dengan beberapa menterinya mengunjungi negara-negara produsen minyak. Kerja keras Presiden Prabowo itu, guna mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia.
"Presiden dan Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia) pergi ke negara-negara produsen minyak agar suplainya masuk ke Indonesia. Dalam jumlah besar sehingga harga BBM bersubsidi bisa dipertahankan, pesan ini penting untuk disampaikan seluruh rakyat," kata Ketum DEPINAS SOKSI ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, Presiden Prabowo berkomitmen mempertahankan subsidi BBM demi melindungi masyarakat. Meski, di satu sisi, situasi di Timur Tengah masih terus bergejolak hingga kini.
"Karena situasi itu harga minyak menjadi naik. Di seluruh dunia naik, hanya di Indonesia yang tidak naik, BBM bersubsidi," ucap Misbakhun.
Kemudian, ia menjelaskan, pemerintah berusaha tidak menaikkan harga BBM bersubsidi sampai akhir tahun ini. Sekalipun, harga minyak dunia melebihi USD 100 per barel.
"Pemerintah berusaha agar rakyatnya tidak mengalami kesulitan. Pemerintah tidak ingin rakyat mengalami tekanan harga yang berdampak pada kemampuan daya beli," ujar Misbakhun.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Indonesia mengamankan, kerja sama strategis dengan pemerintah Rusia untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Khususnya, melalui pasokan minyak mentah (crude) dan pembangunan infrastruktur energi.
Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis, 16 April 2026. Hal ini, sebagai tindak lanjut dari kunjungan kerja pemerintah ke Rusia.
“Kabarnya alhamdulillah cukup menggembirakan, bahwa kita akan mendapat pasokan, crude dari Rusia. Pihak Rusia siap membangun beberapa infrastruktur yang penting, dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” kata Bahlil.
Menurut Bahlil, kerja sama yang ditindaklanjuti mencakup kemitraan jangka panjang di sektor energi, termasuk pemenuhan kebutuhan minyak nasional. Bahlil menjelaskan, konsumsi BBM Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi (lifting) domestik baru berkisar 600–610 ribu barel per hari.
“Kita masih impor kurang lebih sekitar 1 juta barel per day, di tengah kondisi global yang seperti ini. Kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber, tidak hanya di satu negara, tapi di hampir semua negara,” ucap Bahlil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....