Monumen Jejak Sejarah Perang Dunia II di Biak
- 09 Jun 2024 16:50 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Jejak sejarah Perang Dunia ke-II diabadikan dalam sebuah monument yang berlokasi di Kampung Paray/Anggraidi Distrik Biak Kota. Monumen ini berada di pinggir pantai yang sering dikunjungi sebagai tempat rekreasi di kota Biak. Akses ke lokasi ini cukup mudah karena berada di pinggir jalan raya.
Monumen ini dibangun 24 Maret 1994 berdasarkan kesepakatan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang. Arsitektur Monumen Perang Dunia Ke-II di Parai ini dirancang oleh Hiroshi Ogawa. Monumen ini terlihat unik karena banyak simbol yang dimunculkan pada bagian-bagian kawasan monumen dan bentuk bangunannya.

Dalam kawasan Monumen Perang Dunia Ke II secara garis besar terdiri dari beberapa bagian seperti pada bagian utama berupa tembok yang dibuat sedikit melengkung terlihat tulisan “MONUMEN PERANG DUNIA KE II” dalam tiga bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang.
Di bagian dalam monumen terdapat ruangan berupa lorong sepanjang 10 meter. Di dalam lorong tersebut terdapat bendera Jepang, foto-foto tentara Jepang, serta abu kremasi jenazah tentara Jepang yang tewas pada Perang Dunia II saat sekutu membom Pulau Biak yang tersimpan dalam kotak alumunium. Semuanya terawat dan tertata dengan rapi. Untuk memasukinya anda harus melewati pintu kecil yang tidak setiap waktu terbuka. Pada lorong ini tiap tahun ada keluarga dari serdadu yang datang untuk melakukan sembahyang mengenang keluarga mereka yang gugur.

Di sisi kiri luar monumen terdapat prasasti dalam tiga bahasa yaitu bahasa lnggris, Jepang dan Indonesia yang bertuliskan “Monumen untuk mengingatkan umat manusia tentang kekejaman perang dengan segala akibatnya agar tidak terulang lagi”. Tulisan tersebut menjadi pengingat untuk umat manusia betapa perang sangat menyengsarakan umat manusia dan jangan sampai terulang kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....