Indonesia Jadi Negara Pemilik UNESCO Global Geopark Terbanyak Ketiga di Dunia

  • 02 Sep 2026 17:28 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak — Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu negara dengan kekayaan geologi dan bentang alam yang luar biasa. Hingga 2026, Indonesia memiliki 12 UNESCO Global Geoparks (UGGp), menjadikannya salah satu negara dengan jumlah geopark berstatus UNESCO terbanyak di dunia. Data UNESCO mencatat 241 UNESCO Global Geoparks yang tersebar di 51 negara, dengan Indonesia berada di jajaran tiga besar dunia dalam jumlah geopark yang diakui UNESCO.

Melansir laman Goodstats, dua geopark Indonesia terbaru yang masuk dalam daftar UNESCO adalah Kebumen dan Meratus, yang ditetapkan pada 2025. Keduanya menambah daftar geopark Indonesia yang sebelumnya telah memperoleh pengakuan UNESCO, yakni Batur, Belitong, Ciletuh-Palabuhanratu, Gunung Sewu, Ijen, Maros Pangkep, Merangin Jambi, Raja Ampat, Rinjani-Lombok, dan Toba Caldera. Dengan tambahan tersebut, Indonesia kini tercatat memiliki 12 UNESCO Global Geoparks.

Pengakuan UNESCO Global Geopark tidak semata-mata diberikan karena keunikan geologi suatu wilayah. UNESCO mendefinisikan geopark sebagai kawasan geografis terpadu yang memiliki situs dan bentang alam dengan nilai geologi internasional serta dikelola melalui pendekatan perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, status geopark juga berkaitan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pariwisata berkelanjutan, pendidikan, pelestarian budaya, dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Kekayaan tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengembangkan pariwisata berbasis alam dan geologi. Kawasan seperti Raja Ampat, Rinjani-Lombok, Batur, Ijen, hingga Toba Caldera tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga menyimpan cerita mengenai proses pembentukan bumi, keanekaragaman hayati, serta kehidupan sosial dan budaya masyarakat di sekitarnya. UNESCO menempatkan keterlibatan masyarakat lokal sebagai bagian penting dalam pengelolaan geopark agar konservasi dapat berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi.

Dengan 12 UNESCO Global Geoparks, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat citra sebagai destinasi wisata berbasis geologi dan alam di tingkat global. Tantangannya kini adalah memastikan pengakuan internasional tersebut diikuti dengan pengelolaan yang konsisten, perlindungan lingkungan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan destinasi yang tidak merusak daya dukung kawasan. Apalagi, Indonesia masih mengajukan dua kandidat baru—Bojonegoro dan Ranah Minang Silokek—untuk proses penilaian UNESCO pada 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....