Museum Met New York Pamerkan Fragmen Tertua The Odyssey 2.000 Tahun

  • 26 Agt 2026 14:28 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak : The Metropolitan Museum of Art atau The Met yang berlokasi di New York, Amerika Serikat, tengah memamerkan sebuah fragmen naskah kuno yang diyakini sebagai catatan tertulis tertua dari karya sastra epik Yunani, The Odyssey. Benda bersejarah ini diperkirakan berusia lebih dari dua ribu tahun.

Pameran fragmen tersebut berlangsung di tengah meningkatnya minat publik terhadap kisah The Odyssey, menyusul peluncuran film adaptasi terbaru garapan sutradara kenamaan Christopher Nolan.

Pihak The Met menjelaskan bahwa karya sastra karangan Homer itu tetap dikenal luas hingga saat ini karena mengangkat tema-tema abadi seperti keberanian, kesetiaan, kegigihan, dan kecerdikan. Museum tersebut juga menyebutkan bahwa kisah The Odyssey terus diceritakan kembali oleh para seniman lintas zaman, mulai dari pelukis vas pada era Yunani dan Romawi kuno hingga sineas masa kini.

Selain memamerkan fragmen naskah kuno tersebut, The Met turut menampilkan sejumlah koleksi lain yang menggambarkan perjalanan tokoh utama dalam kisah tersebut, yakni Odysseus. Koleksi itu meliputi berbagai lukisan, keramik, dan patung yang menggambarkan perjalanan panjang Odysseus selama sepuluh tahun untuk kembali ke kampung halamannya di Ithaca, tempat ia memerintah sebagai raja bersama sang istri, Penelope.

Berdasarkan keterangan yang dikutip dari The Star pada Rabu, 26 Agustus 2026, fragmen papirus yang dipamerkan diperkirakan berasal dari rentang tahun 285 hingga 250 sebelum Masehi. Fragmen ini disebut sebagai catatan tertulis tertua dari The Odyssey yang pernah ditemukan hingga saat ini.

Pihak museum menjelaskan bahwa fragmen tersebut ditulis dengan sangat indah menggunakan campuran arang dan air yang dioleskan menggunakan stilus di atas media papirus, salah satu bahan tulis paling populer pada masa itu. Naskah tersebut turut memuat tiga baris kalimat yang tidak ditemukan dalam versi teks standar The Odyssey yang dikenal saat ini.

Temuan tersebut juga menjadi bukti bahwa The Odyssey sempat memiliki beberapa versi sebelum akhirnya menjadi naskah baku seperti yang dikenal sekarang. Pada mulanya, kisah ini disampaikan secara lisan oleh para bard atau penyair melalui pertunjukan-pertunjukan panggung, sebelum akhirnya dibukukan dalam bentuk tertulis.

Dari sisi sejarah penemuannya, fragmen berukuran kurang dari 20 sentimeter tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 1902 di kompleks pemakaman kuno atau nekropolis el-Hibe, Mesir. Tujuh tahun setelah penemuannya, fragmen tersebut resmi menjadi bagian dari koleksi The Met setelah disumbangkan oleh lembaga Egypt Exploration Fund pada 1909.

The Met turut mengungkapkan bahwa Perpustakaan Alexandria di Mesir pernah menjadi salah satu pusat penyimpanan koleksi teks karya Homer yang penting pada era Hellenistik. Perpustakaan tersebut dikenal luas sebagai salah satu pusat pengetahuan terbesar pada masa dunia kuno.

Sebagai informasi, The Odyssey bersama karya epik lain berjudul The Iliad merupakan dua karya besar yang dikaitkan dengan penyair Homer. Kedua karya ini diperkirakan berasal dari sekitar abad kedelapan sebelum Masehi dan pada mulanya diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan, sebelum akhirnya dibukukan dalam bentuk naskah tertulis.

Kisah The Odyssey kini kembali menarik perhatian publik dunia lewat film terbaru garapan sutradara Christopher Nolan. Dalam film tersebut, aktor Matt Damon berperan sebagai Odysseus, yang mengisahkan perjalanan panjangnya untuk kembali ke tanah airnya usai Perang Troya, di tengah berbagai rintangan berupa peperangan, badai, hingga makhluk-makhluk mitologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....