Mengenal Situs Batujaya, Peninggalan Percandian Kuno di Nusantara

  • 16 Mar 2026 13:23 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Kompleks percandian di Situs Batujaya dikenal sebagai salah satu peninggalan bata merah tertua di Nusantara. Kawasan ini diyakini menyimpan jejak peradaban kuno yang berkembang pada masa Kerajaan Tarumanegara. Melansir goodnewsfromindonesia.id, terletak di tengah hamparan sawah di wilayah Karawang, situs ini bukan sekadar reruntuhan, melainkan saksi perjalanan panjang dari masa prasejarah menuju periode berkembangnya budaya Hindu-Buddha di Indonesia.

Area Batujaya membentang sekitar lima kilometer persegi dan berada tidak jauh dari aliran Sungai Citarum. Di kawasan ini terdapat puluhan gundukan tanah yang dikenal sebagai unur. Gundukan tersebut sebenarnya menyimpan sisa-sisa bangunan kuno yang selama berabad-abad tertimbun oleh endapan tanah akibat aktivitas sungai. Dari luar terlihat sederhana, namun di baliknya tersimpan struktur candi yang menunjukkan kemajuan arsitektur pada masa lampau.

Penelitian arkeologi di kawasan ini mulai dilakukan secara intensif pada tahun 1984 oleh tim dari Universitas Indonesia. Penelitian tersebut bermula dari laporan warga yang menemukan benda purbakala di beberapa gundukan tanah. Dari hasil penggalian kemudian diketahui bahwa wilayah ini memiliki dua lapisan budaya berbeda, yaitu masa prasejarah dan masa Hindu-Buddha.

Temuan rangka manusia lengkap dengan bekal kubur serta manik-manik yang berasal dari abad ke-1 hingga ke-3 menunjukkan bahwa kawasan ini telah menjadi tempat hunian dan aktivitas spiritual sejak lama. Pada masa pemerintahan Purnawarman, pembangunan candi di Batujaya berkembang pesat. Menariknya, meskipun Tarumanegara dikenal sebagai kerajaan bercorak Hindu, kompleks percandian yang ditemukan di Batujaya justru banyak berkaitan dengan tradisi Buddha, yang menunjukkan adanya toleransi keagamaan pada masa itu.

Di antara berbagai bangunan yang ditemukan, Candi Jiwa menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Bentuknya menyerupai bunga teratai yang sedang mekar dan tidak memiliki tangga masuk seperti candi pada umumnya. Tak jauh dari sana terdapat Candi Blandongan yang berukuran lebih besar dan memiliki tangga di empat sisi mata angin. Berbagai artefak juga ditemukan di kawasan ini, seperti lempengan emas beraksara Pallawa, jimat, serta fragmen arca yang menambah nilai sejarah situs tersebut.

Kini Batujaya menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Lokasinya sekitar 50 kilometer dari Jakarta dan dapat dicapai melalui jalur tol Jakarta–Cikampek menuju Karawang. Meski akses menuju lokasi melewati jalan desa yang relatif sempit, pengunjung tetap dapat menikmati suasana pedesaan yang tenang di sekitar area candi. Berkunjung ke Batujaya memberi kesempatan melihat langsung jejak peradaban kuno Nusantara yang masih terjaga hingga sekarang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....