Desa Adat Ratenggaro, Warisan Budaya Megalitikum di Indonesia
- 21 Jan 2025 07:29 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Sebagai anak bangsa, kita patut berbangga. Negara kita, Indonesia begitu kaya akan sumber daya alam bahkan budaya dalam adat istiadat yang beragam dari berbagai daerah. Kali ini, kita akan menjelajahi satu lagi daerah yang menyimpan keindahan alam dan budaya yang luar biasa bahkan menawarkan banyak destinasi menarik yang memikat para wisatawan, yaitu pulau Sumba.
Dikutip dari goodnewsfromindonesia.id, terdapat banyak destinasi wisata menarik di Sumba. Salah satu yang tak boleh dilewatkan adalah Desa Adat Ratenggaro, sebuah tempat yang menyuguhkan perpaduan unik antara sejarah, budaya, dan keindahan alam.
Bagi kamu yang gemar berwisata sejarah dan menyelami tradisi kuno sambil menikmati pemandangan alam yang memukau, kamu bisa datang ke Desa Ratenggaro di Pulau Sumba sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Asia.
Desa Adat Ratenggaro terletak di Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, tepatnya di Desa Maliti Bondo Ate, yang berada di ujung selatan Pulau Sumba. Nama "Ratenggaro" sendiri berasal dari dua kata, yakni "rate" yang berarti kuburan dan "garo" yang merujuk pada suku Garo, salah satu suku yang ada di desa tersebut.
Kisah kelam peperangan antar suku pada masa lalu, yang mengakibatkan terbunuhnya suku Garo, menjadi latar belakang penamaan desa ini. Namun, meskipun terikat dengan sejarah yang cukup dramatis, Desa Adat Ratenggaro kini dikenal dengan daya tariknya yang khas dan menarik banyak perhatian, baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satu yang utama dari Desa Adat Ratenggaro adalah rumah adatnya yang unik dan khas.
Rumah-rumah panggung di desa ini memiliki atap menara yang sangat tinggi, antara 15 hingga 30 meter, yang merupakan rumah adat tertinggi di Pulau Sumba. Desain rumah ini tidak hanya mencerminkan status sosial, tetapi juga sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur, karena masyarakat Ratenggaro memegang teguh kepercayaan Marapu, yang menjunjung tinggi pemujaan terhadap arwah nenek moyang.
| Baca juga: Destinasi Wisata,Desa Rammang-Rammang |
Selain itu, Desa Adat Ratenggaro juga terkenal dengan situs megalitik yang tersebar di sekitar desa. Ada sekitar 304 kubur batu berusia lebih dari 4.500 tahun, yang menyimpan sejarah panjang tentang kehidupan masyarakat Sumba zaman dahulu. Beberapa di antaranya merupakan makam pendiri desa, Gaura dan istrinya Mamba, serta makam Ratondelo, anak dari Gaura yang kemudian dikenal sebagai Raja Sumba. Kubur batu yang tersebar di sepanjang pantai ini menambah kesan magis dan sakral yang kuat di desa ini.
Tak hanya itu, suasana budaya yang kental masih dapat ditemukan di Ratenggaro. Di sini, terdapat empat rumah khusus yang disakralkan, yang melambangkan empat penjuru mata angin. Rumah-rumah ini memiliki fungsi tertentu dan selalu berhadapan satu sama lain. Posisi dan jumlah rumah adat di desa ini tidak berubah sejak zaman nenek moyang dan dibangun dengan bahan alami yang diperoleh dari sekitar desa, seperti kayu, bambu, dan alang-alang.
Lantas, bagaimana akses menuju Desa Adat Ratenggaro? Untuk mencapai Desa Adat Ratenggaro, pengunjung dapat menempuh perjalanan dari Tambolaka, ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya, yang berjarak sekitar 56 kilometer. Perjalanan ini dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau menggunakan jasa travel, dengan waktu tempuh sekitar 1-1,5 jam melalui jalan beraspal yang sudah cukup baik.
Memadukan kekayaan sejarah, budaya, dan alam dalam satu kesatuan yang memukau, Desa Adat Ratenggaro adalah tempatnya. Desa ini pun menjadi salah satu warisan budaya Megalitikum di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....