Guru Hebat Tidak Lahir Sendirian
- 01 Sep 2026 21:01 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak - Di setiap kehidupan murid yang berhasil, biasanya ada satu atau dua nama guru hebat yang berkesan dan diingat namanya seumur hidup mereka. Tapi jarang kita bertanya apa yang membentuk guru tersebut? Atau apa yang membuat mereka bertahan dan tetap mau melakukan yang terbaik di tengah era yang tidak menentu saat ini? Tentunya para guru hebat tidak lahir begitu saja, namun lewat setiap proses hidup yang dialami oleh guru tersebut.
Dalam perjalanan kehidupan seorang guru, salah satu hal yang menjadi penentu guru dapat bertumbuh adalah lewat pemimpinnya. Selalu ada kepala sekolah atau pemimpin yang memberdayakan setiap gurunya. Pemimpin yang memberdayakan bukan hanya sekedar memberi perintah untuk dilaksanakan. Tetapi memberikan kepercayaan pada gurunya untuk dapat mengelola kelas dan mau mendengar, sehingga mau melibatkan gurunya dalam pengambilan keputusan. Tanpa kepemimpinan yang memberdayakan ini, guru sehebat apapun akan seperti bunga layu yang tidak bisa berbuat apa-apa, karena minimnya dukungan.
Mengajar bukanlah pekerjaan yang mudah. Setiap guru memerlukan komunitas yang mendukung sehingga ia tidak merasa sendirian dalam perjalanan ini. Ada hari dimana guru merasa sudah melakukan yang terbaik, namun tidak membuahkan hasil. Ataupun ada saat dimana guru mengalami masalah dalam kehidupan pribadi dan keluarganya. Disitulah pentingnya komunitas yang saling mendukung. Komunitas untuk mau saling belajar, dan menguatkan satu sama lain. Komunitas yang mau berjalan bersama, merangkul dan berkolaborasi untuk satu tujuan. Suatu komunitas yang tidak melihat keberhasilan orang lain menjadi ancaman, tetapi sebagai kesempatan untuk belajar bersama. Dengan komunitas atau lingkungan seperti ini guru dapat tumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya.
Namun sehebat apapun guru itu, sebagus apapun pemimpin dan manajemen yang ada serta komunitas yang mendukung, jika guru itu sendiri tidak memiliki hati yang mau terus belajar maka semua akan sia-sia. Kerendahan hati untuk terus mau belajar sangat diperlukan di tengah zaman ini. Pendidikan selalu berkembang, jika guru tidak mau belajar, maka ia akan tertinggal. Ketika guru tidak mau belajar, maka ia akan kehilangan kesempatan untuk berkembang walaupun dia masih mengajar.
Pada akhirnya guru yang hebat tidak lahir begitu saja, melainkan tumbuh dari sebuah perjalanan yang kolaboratif. Diperlukan pemimpin yang memberdayakan, komunitas yang mendukung serta hati yang mau belajar. Ketiga hal ini sangatlah penting bagi seorang guru untuk menghadirkan pembelajaran bermakna bagi setiap murid yang dipercayakan. “To teach is to touch lives forever”. (Lourina Brenda Tenda - Mahasiswa Magister Administrasi Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....