Mengenal FOMO dan Kebalikannya JOMO

  • 12 Feb 2025 12:38 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak: Penggunaan media sosial yang menunjukkan aktivitas seseorang yang menyenangkan seperti perjalanan dinas, aktivitas saat mengikuti internship, aktivitas kantor, dan acara sosial lainnya dapat menjadi trigger serta memunculkan perasaan FOMO bagi Fresh Graduate yang berada dalam masa tunggu kerja.

Dilansir melalui ciputramedicalcenter.com menjelaskan bahwa secara bahasa FOMO diartikan sebagai perasaan khawatir secara terus menerus yang menggambarkan rasa takut ketinggalan sesuatu seperti informasi, berita terbaru, tren, dan bahkan pencapaian karir.

Sebagai upaya untuk mengurangi dampak negatif, tren FOMO (Fear of Missing Out) kini berkembang menjadi JOMO (Joy of Missing Out), Hal ini mencerminkan pergeseran budaya ketika individu lebih memilih menikmati ketenangan dan kebahagiaan dari me-time daripada terjebak dalam tekanan sosial dan informasi yang berlebihan. JOMO merupakan respon puas dan bahagia ketika seseorang mampu menghargai hidup diri sendiri tanpa melihat pencapaian orang lain.

Mengubah FOMO menjadi JOMO adalah hal yang positif terutama bagi Fresh Graduate untuk membentuk pandangan yang seimbang terhadap pengalaman hidup dan karir. JOMO atau Joy of Missing Out adalah istilah yang merujuk pada tindakan untuk memilih tidak terlibat dalam kegiatan tertentu. Seseorang yang memegang prinsip JOMO tidak tertarik untuk mengikuti tren yang sedang ramai diperbincangkan oleh banyak. Termasuk tidak khawatir jika orang lain menganggap dirinya kuper, tidak gaul, atau bahkan kampungan.

Selain itu, seseorang yang menikmati JOMO memiliki kecerdasan emosional yang baik, sehingga akan membuat perasaan lebih bebas dan fokus pada hal-hal yang bisa dinikmati saat ini. Dengan menerapkan JOMO, seseorang akan merasa puas dengan dirinya sendiri dibandingkan menggantungkan kebahagiaan terhadap kacamata orang lain kepadanya. Merasa tidak membutuhkan untuk mengetahui atau hanya sekadar ikut-ikutan orang lain hanya demi mendapatkan pengakuan semata.

Perlu diingat bahwa menerapkan konsep JOMO bukan berarti mengisolasi diri dengan orang lain. Sebaliknya, konsep JOMO lebih menekankan pada kepuasan dan kenikmatan terhadap momen-momen pribadi tanpa adanya perasaan tertekan atau cemas karena 'tertinggal' dari orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....