Tren Bahasa Gaul Menjamur di kalangan Anak Muda

  • 12 Feb 2025 12:13 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak: Sebagai alat komunikasi, bahasa menjadi kebutuhan utama setiap individu dalam menyampaikan maksud dan pikirannya. Terdapat 3 jenis bahasa yang dapat digunakan dalam berinteraksi, yaitu bahasa verbal, bahasa nonverbal, dan bahasa isyarat.

Terlepas dari jenisnya, bahasa di Indonesia berkembang mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya adalah kehadiran bahasa gaul, seperti yang terlihat di kalangan remaja saat ini. Mereka seolah berlomba-lomba menggunakan bahasa gaul yang notabene malah menomorduakan bahasa Indonesia.

Bahasa gaul adalah bahasa khas remaja (kata-katanya diubah-ubah sedemikian rupa, sehingga hanya bisa dimengerti di antara mereka) bisa dipahami oleh hampir seluruh remaja di tanah air yang terjangkau oleh media massa (Sarwono, 2004).

Bahasa gaul umumnya berkembang di antara proses interaksi kalangan anak muda sebagai sebuah bentuk kreativitas dan ekspresi diri. Selain tercermin sebagai sebuah dinamika sosial, bahasa gaul secara lebih jauh dapat juga dilihat sebagai inovasi dalam menunjukkan identitas diri/kelompok.

Salah satu gaya bahasa gaul yang masih populer digunakan sampai saat ini adalah bahasa gaul yang merupakan suatu akronim atau singkatan. Contohnya seperti kata “mager” yang merupakan singkatan dari “malas gerak”, yang menggambarkan perasaan malas untuk melakukan suatu aktivitas/gerakan.

Contoh lain dari bahasa gaul ini adalah kata “baper” yang merupakan singkatan dari “bawa perasaan”, yang digunakan untuk mengatakan seseorang yang terlalu sensitif dalam menanggapi suatu peristiwa (Azka & Karo-Karo, 2023). Kata-kata tersebut hanya sebagian kecil dari beragamnya bahasa gaul akronim yang kerap digunakan dalam percakapan di Indonesia.

Selain bersumber dari bahasa Indonesia, bahasa gaul juga sering kali meminjam kata dari bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, dan mengadaptasikannya ke dalam percakapan sehari-hari. Contohnya adalah penggunaan kata "OTW" yang merupakan singkatan dari “on the way”, yang artinya adalah dalam perjalanan, yang sebenarnya telah umum digunakan dalam percakapan berbahasa Inggris.

Tidak sedikit remaja yang beranggapan bahwa saat menggunakan bahasa gaul, mereka akan terlihat lebih keren dibanding mereka yang hanya menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari.

Adopsi kalimat-kalimat dalam bentuk singkatan dan juga bahasa asing yang kemudian digunakan dalam percakapan berbahasa Indonesia merupakan cerminan dari pengaruh globalisasi, serta paparan budaya luar pada masyarakat di Indonesia, terlebih generasi muda.

Meskipun bahasa gaul sangat populer di kalangan anak muda, namun penggunaan bahasa gaul juga dinilai dapat mengurangi kemampuan berbahasa formal. Penggunaan bahasa gaul dinilai berpotensi mengaburkan batas antara bahasa formal dan informal, yang dapat memengaruhi kemampuan komunikasi dengan konteks resmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....