Kacang Hijau Dinilai Efektif Dukung Pencegahan Stunting
- 08 Feb 2026 12:20 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak- Di tengah upaya menekan angka stunting, pemanfaatan pangan lokal kembali menjadi sorotan. Kacang hijau dinilai memiliki potensi sebagai sumber gizi terjangkau yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pencegahan stunting pada anak.
Peringatan Hari Kacang-kacangan Sedunia (World Pulses Day) yang jatuh pada 10 Februari menjadi pengingat akan pentingnya pangan lokal bergizi dalam upaya pencegahan stunting.
Kacang hijau dinilai relevan karena mudah diperoleh, harganya terjangkau, serta memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Pemanfaatannya dinilai dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
Kata Pakar IPB soal Kacang Hijau sebagai Pencegahan Stunting
Pakar Gizi IPB University, Prof. Ali Khomsan, menyebut kacang hijau sebagai salah satu sumber protein nabati penting. Kandungan proteinnya yang relatif tinggi berpotensi membantu meningkatkan asupan protein masyarakat.di kutib dari kumparan.
Kalau kita bicara kacang hijau sebagai leguminosa, itu adalah tanaman yang memang kaya protein. Kandungan proteinnya bisa berkisar antara 20 hingga 35 persen, sehingga relatif tinggi,” ujar Prof. Ali Khomsan, dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University.
Selain kandungan gizinya, ia menambahkan, kacang hijau juga memiliki keunggulan dari sisi keterjangkauan harga sehingga dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.
Pemanfaatan kacang hijau sebagai makanan tambahan di posyandu berpotensi berkontribusi pada peningkatan asupan protein anak, terutama mereka yang mengalami stunting, gizi kurang, atau gizi buruk. Namun, ia menekankan bahwa intervensi gizi tidak dapat dilakukan secara sporadis.
Kalau di posyandu pemberiannya hanya satu bulan sekali, itu pasti tidak cukup. Anak-anak yang mengalami stunting atau masalah gizi harus diutamakan pendekatan pangan, diberikan makanan setiap hari. Ada yang dilakukan selama tiga bulan, ada juga yang sampai enam bulan,” jelasnya.
Ia menilai olahan kacang hijau dalam bentuk bubur, camilan, atau produk pangan lainnya relatif mudah diterima oleh anak-anak. Hal tersebut menjadikan kacang hijau sebagai salah satu pangan lokal yang berpotensi diandalkan dalam upaya perbaikan gizi anak di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....