Rencana Persalinan Normal Berubah, JKN Bantu Umi Jalani Operasi

  • 15 Sep 2026 13:35 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak – Umi Kalsum Manolang (25) tidak pernah menyangka rencana persalinan normal yang telah dipersiapkannya harus berubah. Ketuban pecah saat usia kehamilan delapan bulan membuat dokter memutuskan Umi perlu menjalani operasi. Dalam kondisi tersebut, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membantunya mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus memikirkan biaya besar.

“Awalnya saya mau persalinan normal. Saya sering kontrol kehamilan di puskesmas menggunakan JKN. Saya tidak memiliki persiapan khusus untuk menjalani operasi karena sejak awal berharap dapat melahirkan secara normal,” ujar Umi saat ditemui, Selasa 15 September 2026.

Namun, rencana tersebut berubah ketika ketuban Umi pecah lebih awal. Setelah mendapatkan pemeriksaan, dokter menyampaikan bahwa tindakan operasi perlu dilakukan karena kondisinya cukup berisiko jika dibiarkan.

“Waktu usia kandungan delapan bulan, ketuban saya sudah pecah. Setelah diperiksa, dokter memutuskan saya harus operasi saat itu karena cukup berbahaya jika dibiarkan,” ujar Umi.

Keputusan itu membuat Umi harus menjalani proses persalinan yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Ia pun mengikuti arahan dokter untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi medisnya.

“Awalnya memang tidak menyangka akan operasi. Saya pikir bisa melahirkan normal, tetapi karena kondisi kehamilan, akhirnya dokter menyarankan operasi,” ucapnya.

Bagi Umi, manfaat kepesertaan JKN semakin terasa ketika ia membutuhkan tindakan medis tersebut. Ia membayangkan biaya yang harus dikeluarkan jika seluruh kebutuhan pelayanan ditanggung secara mandiri.

“Saya tidak bisa bayangkan kalau saya membayar persalinan saya kemarin secara mandiri. Pasti sangat mahal,” ungkapnya.

Umi mengaku tidak memiliki dana yang cukup untuk menanggung biaya tersebut. Karena itu, ia merasa terbantu dengan adanya Program JKN yang menjamin pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya sangat bersyukur karena bisa dijamin oleh Program JKN. Sangat membantu karena tidak ada uang sebanyak itu untuk membayar,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi kali pertama bagi Umi memanfaatkan JKN untuk persalinan. Sebelumnya, ia telah menggunakan kepesertaannya untuk melakukan pemeriksaan kehamilan di puskesmas.

Menurut Umi, kondisi yang dialaminya menjadi pengingat bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan dapat berubah sewaktu-waktu. Rencana yang telah disiapkan sebelumnya bisa saja berubah sesuai kondisi medis yang dihadapi.

“Kalau semuanya sesuai rencana mungkin saya melahirkan normal. Tetapi kita tidak tahu kondisi ke depannya seperti apa,” tuturnya.

Setelah mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan, Umi menyampaikan rasa syukurnya karena memiliki jaminan kesehatan yang dapat dimanfaatkan ketika menghadapi kondisi yang tidak terduga. Terima kasih banyak sudah sangat membantu,” ungkap Umi mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....