Potensi Karhutla Biak Masih Tinggi, BMKG Imbau Warga Waspada

  • 27 Agt 2026 11:01 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berpotensi terjadi di wilayah Biak, Supiori, dan sekitarnya, meskipun hingga Kamis 27 Agustus 2026, belum terdeteksi adanya titik panas atau hotspot. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Frans Kaisiepo Biak menyebut tingkat kemudahan terbakar di sejumlah wilayah masih berada pada kategori moderat hingga sangat tinggi.

Prakirawan BMKG Biak, David Herman, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh relatif keringnya lapisan tanah dan bahan organik di permukaan yang mudah terbakar.

Menurutnya, wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi kawasan sekitar perkotaan Biak, mulai dari Yendidori, Biak Kota hingga Biak Timur. Potensi serupa juga terdapat di sejumlah wilayah Supiori dengan tingkat kemudahan terbakar yang sangat tinggi.

“Potensi kebakaran hutan dan lahan masih tinggi di wilayah Biak dan Supiori, khususnya untuk wilayah sekitar perkotaan Biak, mulai dari Yendidori, perkotaan Biak Kota hingga Biak Timur, dan juga ada potensi di Supiori dengan tingkat kemudahan sangat mudah terbakar,” jelasnya.

David mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih luas.

Sementara itu, untuk prospek cuaca satu minggu ke depan, BMKG memprakirakan wilayah Biak, Supiori, dan sekitarnya didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan pada pagi hari. Pada siang hari, cuaca cenderung cerah berawan hingga berawan, dengan masih terdapat potensi hujan ringan dalam waktu singkat.

“Pada pagi hari cuaca cenderung cerah hingga cerah berawan, pada siang hari cuaca cenderung cerah berawan hingga berawan, namun masih terdapat potensi hujan dengan skala ringan dalam waktu yang sangat cepat,” katanya.

Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25 hingga 31 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 65 hingga 94 persen. Angin pada pagi hari bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 4 hingga 8 knot atau sekitar 8 hingga 16 kilometer per jam.

Untuk kondisi laut, tinggi gelombang di perairan utara Supiori dan perairan timur Biak diprakirakan berkisar 0,75 hingga 1 meter. Sementara perairan selatan Biak dan Supiori, termasuk kawasan pelabuhan, diprakirakan relatif teduh.

BMKG juga mengingatkan masyarakat terkait potensi peningkatan asap di permukaan pada malam hingga pagi hari, terutama sekitar pukul 19.00 hingga 07.00 WIT.

“Ada peningkatan asap di permukaan berkisar antara jam 7 malam hingga jam 7 pagi. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat pada malam hari, kalau tidak berkepentingan, untuk mengurangi aktivitas hingga dini hari dan terus menggunakan masker dalam aktivitas di luar ruangan,” pungkas David Herman.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi karhutla dan menghindari aktivitas pembakaran yang dapat memicu munculnya titik api, terutama di tengah kondisi lingkungan yang masih relatif kering.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....