Bupati Biak Numfor Dukung Pembentukan Koperasi Asosiasi Peternak Unggas

  • 26 Agt 2026 15:08 WIB
  •  Biak

Bupati Biak Numfor Apresiasi Asosiasi Peternak Unggas, Dukung Pembentukan Koperasi dan Usulan Kartu Peternak

RRI.CO.ID,Biak — Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., memberikan apresiasi tinggi kepada Asosiasi Pengusaha Peternak Unggas (APPU) Kabupaten Biak Numfor yang menggelar rapat evaluasi kegiatan sekaligus pembentukan koperasi yang berlangsung di Hotel Nirmala Biak, Rabu 26 Agustus 2026.

Ia menyambut baik langkah yang diambil APPU, yang dinilai tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan usaha anggotanya, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat akan pasokan daging ayam dan telur. Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan kemandirian para peternak ke depan.

"Kami memberikan apresiasi kepada rekan-rekan asosiasi peternak di Kabupaten Biak Numfor. Hari ini kita melaksanakan pembukaan rapat evaluasi sekaligus pembentukan koperasi. Dari pantauan kami, asosiasi ini sudah berjalan cukup baik, mandiri, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Ini yang kami harapkan agar generasi muda kita tidak hanya berpikir untuk menjadi PNS, TNI, Polri, atau bekerja di BUMN/BUMD, tetapi bisa berkarya di berbagai sektor, termasuk di bidang peternakan," ungkap Bupati.

Terkait usulan pembentukan kartu peternak yang disampaikan dalam kegiatan, Bupati menyatakan dukungannya dan memerintahkan dinas terkait untuk menindaklanjutinya.

"Terima kasih atas usulan terkait kartu peternak. Nanti melalui dinas teknis akan kita atur, sehingga ada dukungan pemerintah daerah, misalnya subsidi pakan dan kebutuhan lainnya, yang akan disesuaikan dengan hasil evaluasi serta kemampuan anggaran daerah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur (APPU) Biak Numfor, Terry Sroyer, menjelaskan bahwa kegiatan rapat evaluasi dan pembentukan koperasi ini lahir dari berbagai permasalahan yang dihadapi para peternak saat ini, terutama terkait ketersediaan pakan dan adanya pasokan telur dari luar daerah yang masuk tanpa koordinasi resmi dengan pemerintah maupun asosiasi.

"Jumlah produksi telur peternak lokal di Biak Numfor terus meningkat, namun kami mengalami kendala ketika telur dari luar masuk tanpa ada komunikasi atau rekomendasi resmi dari Dinas Pertanian maupun sepengetahuan asosiasi. Hal ini berdampak langsung pada hasil produksi dan pemasaran telur lokal kami," ungkap Terry.

Oleh karena itu, pembentukan koperasi menjadi langkah strategis sebagai wadah bersama untuk melindungi kepentingan para peternak, mulai dari pengaturan produksi, pemenuhan kebutuhan pakan dan vitamin, hingga pengelolaan hak-hak anggota.

Terry juga menyambut baik komitmen Bupati terkait rencana penerbitan kartu peternak, yang diharapkan dapat membuka akses subsidi dan dukungan pemerintah.

"Kami bersyukur Bapak Bupati hadir langsung dan memberikan harapan serta komitmen. Ke depannya kami para peternak juga akan mendapatkan kartu peternakan, artinya kami bisa mendapatkan subsidi pakan dan kebutuhan lainnya. Ini sangat berarti bagi kami," ungkapnya.

Saat ini jumlah anggota asosiasi mencapai sekitar 65, belum termasuk pelaku usaha mandiri yang belum terdata. Sementara kebutuhan telur di Kabupaten Biak Numfor sendiri mencapai 38.000 hingga 40.000 butir per hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....