Dukung MBG, Workshop Blue Food Economy Assesment di Biak Perkuat Pangan Lokal

  • 24 Agt 2026 14:57 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak – Guna memperkuat ketahanan pangan lokal berbasis hasil laut yang bergizi, aman, dan berkelanjutan, Regional Center of Excellence (RCoE) Universitas Cenderawasih bersama UNICEF dan Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan Workshop Blue Food Economy Assesment di Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan Lokakarya Pemangku Kepentingan yang mempertemukan pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional, akademisi, pelaku usaha perikanan, dan mitra pembangunan untuk merumuskan langkah konkret mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berlangsung di Resto 99 Biak, Senin 24 Agustus 2026.

Koordinator RCoE Universitas Cenderawasih, Prof. Julias Ary Mollet, S.E., MBA., MTDev., Ph.D., menjelaskan RCoE merupakan pusat studi unggulan, hanya ada dua di Indonesia, satu di IPB dan satu di Universitas Cenderawasih yang dibentuk khusus untuk mendukung program strategis nasional, termasuk pelaksanaan MBG di wilayah binaan UNCEN dan IPB. Pusat ini mengumpulkan tenaga ahli lintas disiplin, yaitu ekonomi, antropologi, kesehatan, hingga kajian gender, demi memberikan kajian dan rekomendasi berbasis data nyata di lapangan.

Ia menyoroti pentingnya kesiapan manajemen risiko pengelolaan bahan pangan, khususnya hasil perikanan yang mudah rusak dan berisiko tinggi menimbulkan keracunan.

“Kami akan melakukan kajian mendalam terhadap pangan laut atau hasil perikanan lokal Biak. Potensi ikan di sini luar biasa besar, namun tantangannya adalah daya tahan simpan yang pendek dan risiko keracunan. Hasil kajian nanti kami susun menjadi makalah kebijakan yang akan diserahkan kepada Bupati Biak Numfor dan Pemerintah pusat sebagai dasar pengambilan keputusan,” tegasnya.

Kajian ini mencakup produksi dan ketersediaan ikan, rantai pasok, infrastruktur, kondisi sosial ekonomi nelayan, kelembagaan, hingga kebijakan pendukung, agar hasil laut Biak bisa menjadi sumber pangan bergizi yang aman untuk anak-anak sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.

Sementara itu, Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M. menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan kekayaan laut Biak Numfor adalah anugerah yang harus dikelola menjadi kekuatan utama ekonomi biru daerah, bersanding dengan pariwisata. Ia menekankan dua hal krusial demi keberhasilan MBG di Biak Numfor, yaitu jaminan keamanan pangan dan keuntungan bagi nelayan lokal.

“Jadi prioritas untuk nelayan lokal juga harus yang terutama, jangan sampai perusahaan besar yang menguasai pasokan makanan untuk program ini, sementara nelayan lokal hanya menjadi penonton. Arahan Presiden jelas, masyarakat lokal terutama nelayan, harus menjadi garda terdepan pemasok kebutuhan pangan untuk anak-anak kita,” ujar Bupati.

Bupati meminta pengawasan ketat dan koordinasi berjenjang agar tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan seperti keracunan makanan, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja baru bagi warga Biak. Program MBG juga harus bisa menjangkau anak-anak yang tinggal di wilayah kepulauan terpencil di Kabupaten Biak Numfor.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor untuk mengubah kekayaan laut Biak Numfor menjadi pangan aman bergizi, meningkatkan kesejahteraan nelayan, sekaligus menjamin masa depan gizi anak-anak di seluruh pelosok daerah melalui Makan Bergizi Gratis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....