Cegah Stunting, Kader Yenusi Dilatih Olah Daun Kelor Jadi Ice Cream
- 22 Agt 2026 12:00 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, BIAK – Upaya pencegahan stunting terus dilakukan melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi. Salah satunya melalui inovasi pengolahan daun kelor (Moringa oleifera) menjadi ice cream mole yang diperkenalkan kepada kader kesehatan di Desa Yenusi, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan pada 8 Juli 2026 lalu, di Posyandu Desa Yenusi, dengan melibatkan lima kader kesehatan. Kegiatan dipimpin Hermayani, S.ST., M.Keb., selaku ketua pelaksana pengabdian kepada masyarakat.
Hermayani mengatakan, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pencegahan stunting, tetapi juga mendorong kader untuk memanfaatkan potensi pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat.
“Daun kelor memiliki potensi yang sangat baik sebagai pangan lokal bergizi. Melalui kegiatan ini, kami mencoba memberikan keterampilan kepada kader agar daun kelor dapat diolah menjadi makanan yang lebih menarik dan mudah diterima, salah satunya ice cream mole,” ujarnya

Ia menjelaskan, pelatihan diawali dengan edukasi mengenai stunting, konsep 1.000 Hari Pertama Kehidupan, gizi seimbang, serta manfaat daun kelor. Selanjutnya, kader diberikan demonstrasi dan praktik langsung pembuatan ice cream mole.
Menurutnya, pemberdayaan kader menjadi bagian penting karena kader memiliki peran strategis dalam mendampingi masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu yang memiliki anak bawah dua tahun.
“Kader merupakan ujung tombak di masyarakat. Kami berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada saat pelatihan, tetapi dapat diteruskan kepada ibu hamil maupun ibu yang mempunyai anak bawah dua tahun,” katanya.
Hasil evaluasi menunjukkan seluruh kader mampu mengikuti tahapan pembuatan ice cream mole, mulai dari persiapan dan perendaman daun kelor, pembuatan campuran dasar, proses penghalusan, penyaringan hingga pembekuan.
Nilai keterampilan lima kader berkisar antara 90 hingga 97 persen, dengan rata-rata mencapai 92 persen dan masuk dalam kategori baik. Kelima kader juga dinyatakan siap menjadi mentor sekaligus teladan dalam pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting.
Hermayani berharap inovasi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan pemanfaatan pangan lokal sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di Desa Yenusi.
“Kami berharap inovasi sederhana ini bisa terus dikembangkan dan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan pangan lokal. Pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, kader dan seluruh masyarakat,” tuturnya.
Selain pelatihan, tim pengabdian juga telah menyelesaikan leaflet edukasi yang saat ini dalam proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual. Sementara video kegiatan, artikel jurnal dan publikasi media massa masih dalam tahap penyelesaian.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis pangan lokal sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Bosnik, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....