IISIP Yapis Biak dan UMY Kolaborasi Laksanakan KKL-KKN di Kampung Saukobye

  • 28 Jul 2026 19:48 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak - Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) YAPIS Biak bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan kolaborasi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Mahardika Bakti Nusantara di Kampung Saukobye, Distrik Biak Utara, Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan ini diikuti oleh 26 mahasiswa IISIP YAPIS Biak dan 24 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, sehingga total sebanyak 50 mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat selama masa pengabdian.Kolaborasi ini mengusung tema "Dari Kampung untuk Indonesia: Mahasiswa Berkarya, Masyarakat Berdaya", sebagai bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kampung Saukobye merupakan salah satu kampung di Distrik Biak Utara yang terus berkembang dalam berbagai program pembangunan masyarakat.

Pelaksanaan program ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan. Plt. Kepala Distrik Biak Utara, Yedith C.Z. Rumbino, S.AN,

"Kami mengpresiasi atas sinergi antara perguruan tinggi yang memilih Kampung Saukobye sebagai lokasi pengabdian, kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi hadir sebagai mitra strategis pemerintah distrik dalam mempercepat pembangunan berbasis potensi lokal,"ujar Yedith CZ Rumbino

"Kami berharap berbagai program yang dilaksanakan mahasiswa mampu meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat kelembagaan kampung, serta melahirkan inovasi yang dapat terus dikembangkan setelah kegiatan berakhir,"ucapnya

Senada dengan itu, Kepala Kampung Saukobye, Andrias Ampnir, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kampung Saukobye sebagai lokasi pelaksanaan KKL dan KKN.

"Kehadiran mahasiswa dari dua perguruan tinggi diharapkan tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun semangat gotong royong, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, serta penguatan nilai-nilai sosial budaya masyarakat,"ujar Andrias Ampnir.

Menurutnya, masyarakat Kampung Saukobye siap menjadi mitra aktif dalam setiap program yang dilaksanakan.

Selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Drs. A. Masse Dadang, M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai laboratorium sosial bagi mahasiswa.

" Mahasiswa tidak hanya belajar memahami dinamika masyarakat secara teoritis, tetapi juga dituntut mampu menghasilkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan sosial melalui pendekatan partisipatif,"ujar Drs A Masse Dadang

"Kolaborasi antara IISIP YAPIS Biak dan UMY menjadi ruang pembelajaran lintas daerah yang memperkaya pengalaman mahasiswa dalam mengembangkan inovasi sosial berbasis kebutuhan masyarakat,"ucapnya

Sementara itu, Ketua KKL IISIP YAPIS Biak T.A 2026/2027, M. Saleh Laha, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan implementasi semangat "Belajar Nyata, Berkarya, Berdampak untuk Negeri."

"Sinergi dengan KKN UMY membuktikan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi mampu menghasilkan program yang lebih luas manfaatnya bagi masyarakat,"ujar M Saleh Laha. "Melalui berbagai kegiatan pemberdayaan, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu membangun jejaring, meningkatkan partisipasi masyarakat, sekaligus memperkuat kapasitas lokal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,"ucapnya

Selaku Sekretaris KKL, Andi S.M. Sigalingging, S.H., M.M., menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dalam keberhasilan pelaksanaan program.

"Seluruh rangkaian kegiatan disusun secara sistematis dengan melibatkan pemerintah distrik, pemerintah kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan program yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Kampung Saukobye,"ujar Andi Sigalingging.

"Program kerja unggulan yang akan dilaksanakan meliputi pemberdayaan masyarakat, pendidikan dan literasi, penguatan ekonomi kreatif, pelestarian lingkungan, pendampingan administrasi kampung, penguatan kelembagaan masyarakat, promosi potensi wisata dan budaya lokal, serta edukasi kesehatan masyarakat. Seluruh kegiatan dirancang dengan mengedepankan partisipasi masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan sehingga keberlanjutan program tetap terjaga setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya."ucapnya

Kolaborasi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IISIP YAPIS Biak dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMY menjadi bukti bahwa sinergi perguruan tinggi dapat menghadirkan inovasi, memperkuat pembangunan desa, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Semangat "Dari Kampung untuk Indonesia: Mahasiswa Berkarya, Masyarakat Berdaya" diharapkan menjadi inspirasi bahwa pembangunan nasional dimulai dari kampung, melalui kolaborasi, gotong royong, dan pengabdian yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....