WVI Gelar Lokakarya, Dukung Keberlanjutan Literasi di Biak Numfor Melalui TPBIS
- 08 Jun 2026 18:21 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak – Wahana Visi Indonesia (WVI) Area Cluster Papua melaksanakan kegiatan Lokakarya Penguatan Dukungan Kebijakan Keberlanjutan Program Rumah Baca dan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di Swiss-Bellhotel Cendrawasih, Biak, Senin 8 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Manager WVI Area Cluster Papua, Pince Siska Analia, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini menjadi ajang peluncuran tiga program unggulan, yaitu kegiatan Saneraro, pengembangan TPBIS, serta program kerjasama dengan mitra lainnya baik perorangan, pemerintah daerah maupun masyarakat dalam pelayanan Rumah Baca.
“Kita akan melayani 6 kampung binaan yang tersebar di dua distrik, yaitu 5 kampung di Distrik Biak Kota, yakni Ambroben, Kababur, Manswam, Keriendi, dan Burokup, serta 1 kampung di Distrik Biak Utara, yaitu Nermnu,” jelasnya.
Program ini dilaksanakan sebagai respon atas masukan dan rekomendasi dari masyarakat, relawan, serta Pemerintah Daerah. Ia menambahkan bahwa upaya ini merupakan kelanjutan dari kerjasama yang sudah terjalin sejak dua tahun lalu. Pada kunjungan tahun 2024 lalu, mitra dan relawan sudah menunjukkan antusiasme tinggi, sehingga disarankan untuk mereplikasi dan mengembangkan kegiatan ini ke wilayah yang lebih luas.
“Keenam kampung ini nantinya akan dijadikan sebagai tempat percontohan atau pilot project, baik bagi warga maupun pemerintah daerah yang ingin mengembangkan program sejenis. Melalui lokakarya hari ini, kami ingin membangun kesepahaman bersama dari semua pihak, bukan hanya pemerintah, namun juga mitra lainnya yang memiliki visi sama untuk meningkatkan kemampuan literasi anak-anak,” ujarnya.
Setelah lokakarya ini, kegiatan akan dilanjutkan dengan pelatihan selama 4 hari, mulai 9 hingga 12 Juni 2026, yang ditujukan khusus bagi 40 tutor Rumah Baca dari 6 wilayah binaan. Peserta akan mendapatkan pembekalan modul pengelolaan Rumah Baca yang telah dikembangkan WVI, serta penguatan program TPBIS yang merupakan inisiatif Pemerintah Daerah.
Sebagai inovasi baru, WVI akan menerapkan sistem Digital Library di dua kampung, yaitu Manswam dan Ambroben. Pince menjelaskan bahwa hal ini bertujuan memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih modern bagi anak-anak dibandingkan wilayah lainnya.
“Kami akan mendokumentasikan seluruh proses dan hasil pembelajaran ini agar bisa dibagikan ke mitra-mitra lain sebagai bahan referensi pengembangan literasi di tempat lain,” ungkapnya.
Selain itu, target utama dari ketiga program ini adalah menjadikan tutor Rumah Baca sebagai Master Tutor yang mampu melatih tutor baru. Diharapkan seluruh peserta pelatihan dapat lulus dengan nilai baik dan memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan.
“Kami berharap minimal 150 anak dapat aktif berpartisipasi di 6 Rumah Baca tersebut. Program ini akan berjalan hingga Desember 2026, namun kami berharap keberlanjutannya tetap terjaga oleh pemerintah kampung, relawan, dan masyarakat setempat walaupun setelah pendampingan WVI selesai,” ungkap Pince.
Untuk mendukung pengembangan Digital Library, WVI mengajak pemuda setempat untuk ikut berperan aktif, mengingat mereka adalah kelompok yang paling paham dan antusias dalam bidang teknologi digital.
WVI juga menekankan pentingnya peran orang tua sebagai ujung tombak peningkatan literasi di rumah. Mengingat kegiatan di Rumah Baca umumnya hanya berlangsung 1 kali seminggu, kehadiran dan peran orang tua dalam membangun sudut baca di rumah sangat krusial agar kegiatan belajar bisa berjalan setiap hari.
Di kampung Nermnu selain pelatihan, WVI juga akan memfasilitasi pembangunan Rumah Baca baru yang nantinya akan dikelola bersama dan berada di bawah naungan Pemerintah Kampung.
“Diharapkan rumah baca ini bisa digunakan semua orang, artinya bukan milik segelintir orang saja, tapi milik bersama,baik anak -anak, remaja, pemuda, hingga orang tua. Kami berharap fasilitas ini tetap terawat dan bermanfaat dalam jangka waktu panjang,”ujarnya..
WVI berharap melalui program ini tidak hanya kemampuan membaca anak yang meningkat, tetapi juga muncul kesadaran masyarakat untuk mewujudkan Kampung Layak Anak. Hal ini sejalan dengan program pemerintah daerah agar Kabupaten Biak Numfor dapat mencapai indikator sebagai Kabupaten Layak Anak yang sesungguhnya.

Sementara itu, Bupati Biak Numfor dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Rudolf Yap, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi kepada Wahana Visi Indonesia yang konsisten menjadi mitra strategis dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia di Biak.
“Pembangunan SDM unggul dimulai dari dasar, yaitu literasi. Rumah Baca bukan sekadar tempat simpan buku, melainkan pusat peradaban baru dan ruang belajar yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa lokakarya hari ini memiliki dua poin krusial: pertama, penguatan kebijakan dan kapasitas tutor untuk menjamin keberlanjutan program, dan kedua, transformasi TPBIS yang mengubah kemampuan literasi menjadi keterampilan praktis yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
“Penerapan sistem manajemen berbasis data juga sangat tepat di era digital ini agar program berjalan transparan, terukur, dan menjangkau masyarakat luas. Ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, serap ilmu dari narasumber, dan terapkan di wilayah tugas masing-masing,” ujarnya.
Ia juga meminta dukungan penuh dari Kepala Distrik, Lurah, dan Kepala Kampung agar program Rumah Baca dan TPBIS dapat berjalan optimal. “Sinergi antara pemerintah, WVI, dan komunitas lokal adalah kunci keberhasilan kita bersama,” ungkapnya.

Kegiatan lokakarya ini diisi dengan sesi talkshow yang menghadirkan narasumber ahli, antara lain:
- Bambang Irianto, M.Pd. (Pustakawan Pelatih Ahli Penggerak Perpustakaan & Staf IT Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Papua)
- Nolly C. H. Ayomi, S.H., M.Hum. (Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor)
- Drs. I Putu Wiadyana (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Biak Numfor)
- Sietske Y Ronsumbre (Kabid PUG PPA DP3AKB Biak Numfor)
- Harun Saman, S.Pi., M.M. (Kabag Setda Perpustakaan dan Arsip Biak Numfor)
- Ike Maria (Koordinator Program WVI Area Biak)
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan OPD terkait, Kepala Distrik Biak Kota dan Biak Utara, Lurah Burokup, kepala kampung binaan, kampung Karyendi, Manswam, kababur, ambroben dan Nermnu, perwakilan Klasis Biak Selatan dan Utara, Ketua jemaat (PHMJ) GKI Silo Ambroben, Maranatha dan Musa Nermnu, perwakilan TP PKK, Yayasan Rumsram, Rumah Komunitas Byak, serta seluruh tutor Rumah Baca wilayah binaan.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama dan penandatanganan spanduk kerjasama antar OPD untuk mengintegrasikan program literasi guna mewujudkan TPBIS yang ramah anak dan berkelanjutan di Kabupaten Biak Numfor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....