Bupati Markus Mansnembra Kunjungi Posko Induk Penanganan Korban Ledakan Bom

  • 03 Jun 2026 15:07 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak – Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, S.H., M.M., melakukan kunjungan langsung ke Posko Induk Penanganan Korban Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II atau lokasi penampungan sementara warga yang menjadi korban terdampak ledakan yang terjadi pada Minggu siang 31 Mei 2026 lalu. Dalam pertemuannya dengan para pengungsi, termasuk anak-anak, Bupati memastikan bahwa pemerintah daerah akan menanggung seluruh kebutuhan, pengobatan, hingga pemulihan pasca bencana tersebut. Rabu 3 Juni 2026.

Bupati menjelaskan bahwa kondisi tempat penampungan sementara saat ini sudah cukup layak dan representatif, meskipun bersifat darurat. Saat bertemu langsung dengan anak-anak di lokasi, ia menanyakan kendala dan kebutuhan yang mereka rasakan. Salah satu keluhan yang disampaikan adalah terganggunya aktivitas sekolah, karena sebagian besar perlengkapan pendidikan ikut rusak atau hancur bersama bangunan tempat tinggal mereka.

"Saya sampaikan secara langsung kepada mereka, untuk sementara waktu mohon bersabar dan mengikuti prosedur yang ada demi keamanan bersama. Hal ini dikarenakan lokasi kejadian dan sekitarnya sedang dalam proses pensterilan oleh aparat keamanan. Akibatnya, rumah-rumah warga di area tersebut kini terproteksi dan belum bisa ditempati atau digunakan untuk aktivitas seperti biasa," ungkap Bupati Markus.

Pihaknya menegaskan, selama proses pengamanan dan penanganan berlangsung, pemerintah daerah bersama berbagai instansi terkait serta dukungan dari para simpatisan akan terus memberikan perhatian dan bantuan kepada warga.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan langkah pemulihan yang akan dilakukan setelah area dinyatakan aman. Pemerintah akan segera masuk ke lokasi untuk melakukan pendataan ulang secara rinci mengenai tingkat kerusakan bangunan serta kebutuhan mendesak warga. Rencana pembangunan kembali rumah-rumah yang hancur pun telah disiapkan, namun opsi lokasi pembangunan masih akan dikaji.

"Nanti kita lihat kondisinya. Apakah rumah akan dibangun kembali di lokasi yang sama, ataukah harus dilakukan relokasi ke tempat lain. Hal ini tergantung hasil pengecekan keamanan. Jika wilayah itu masih perlu disterilkan dalam jangka panjang, maka pemerintah pasti akan mencari solusi lain demi keselamatan warga," jelasnya.

Pemerintah daerah menjamin agar masyarakat yang terdampak tidak dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan. Segala bentuk penanganan medis dan pengobatan bagi korban luka-luka dipastikan sepenuhnya ditanggung oleh negara melalui anggaran pemerintah daerah.

Bahkan, untuk korban jiwa yang harus dikirimkan ke wilayah lain, seperti ke Kepulauan Yapen, seluruh biaya dan proses pemulangan jenazah telah menjadi tanggung jawab penuh pemerintah daerah.

"Kami pastikan, mulai dari pengobatan, perawatan, hingga pemakaman korban jiwa, semuanya menjadi tanggung jawab kami pemerintah daerah," tegasnya.

Dalam kesempatan ini Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil hikmah dari musibah ini, jadikan pelajaran berharga demi keselamatan bersama. Ia mengimbau agar tidak ada saling menyalahkan di tengah situasi duka yang sedang berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....