Brimob Biak Amankan Granat Tangan Peninggalan PD II

  • 08 Mei 2026 19:51 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak – Personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor Biak, Brimob Polda Papua, mengamankan sebuah granat tangan yang dikategorikan sebagai bahan peledak sisa perang atau UXO (Unexploded Ordnance), di wilayah Biak, Papua, pada Jumat 8 Mei 2026. Penemuan ini dilaporkan berasal dari lingkungan SMP Angkasa Manuhua Biak.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, benda mencurigakan berjenis granat tangan tersebut pertama kali ditemukan oleh sejumlah siswa di lingkungan sekolah. Temuan ini kemudian diamankan terlebih dahulu oleh personel Pangkalan TNI AU Lanud Manuhua, sebelum selanjutnya diserahkan ke tim Brimob untuk penanganan lebih lanjut.

Mendapat laporan tersebut, Komandan Kompi 4 Batalyon A Pelopor Biak AKP Stefen Sabon, S.H., M.H., menugaskan Kepala Detasemen (Danton) 5 Kompi 4, Ipda Heri Setyawan, memimpin empat personel bergerak menuju pos pengamanan Lanud Manuhua guna mengambil alih pengamanan benda berbahaya itu.

Ipda Heri Setyawan membenarkan bahwa benda yang diamankan adalah granat tangan peninggalan Perang Dunia II yang termasuk dalam kategori UXO, yaitu bahan peledak yang gagal meledak saat diluncurkan atau digunakan pada masa lalu.

"Granat tangan ini masih aktif dan sangat mudah meledak jika mendapatkan penanganan yang salah. Ini adalah peninggalan Perang Dunia Kedua, yang disebut UXO atau bahan peledak yang tidak meledak," ujar Ipda Heri.

Setelah diserahkan, granat tersebut kini telah dibawa dan diamankan di Markas Komando (Mako) Kompi 4 Batalyon A Pelopor Biak. Pihak Brimob berencana menindaklanjuti dengan pembuatan surat perintah pemusnahan, agar benda berbahaya tersebut dinetralisir secara aman dan profesional.

Ipda Heri juga mengingatkan masyarakat luas di Biak agar tetap waspada. Menurutnya, masih banyak ditemukan sisa-sisa amunisi dan bahan peledak peninggalan masa perang di wilayah tersebut, dan sebagian besar masih dalam kondisi aktif serta berisiko tinggi.

"Di Biak ini masih sangat banyak ditemukan mortir, bom, atau sejenisnya peninggalan Perang Dunia II. Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kali menemukan benda mencurigakan serupa, karena banyak di antaranya masih aktif dan berbahaya jika disentuh atau dipindahkan sembarangan," ungkapnya.

Saat ini, granat tangan tersebut masih disimpan dengan pengamanan ketat di Mako Kompi 4 Batalyon A Pelopor Biak, sambil menunggu jadwal pelaksanaan pemusnahan yang akan dilakukan sesuai prosedur keamanan yang berlaku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....