Pertamina Pastikan Stok Elpiji di Wilayah Biak Aman

  • 07 Mei 2026 06:06 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua, menggelar Fokus Group Discussion (FGD) melibatkan dinas instansi terkait di lingkungan Pemerintah Daerah Biak Numfor maupun lembaga vertikal dan pemangku kepentingan lainnya upaya meningkatkan jaminan ketersediaan LPG di wilayah Biak Numfor bertempat di Swiss-belHotel Cenderawasih Biak pada Rabu, 6 Mei 2026.

Area Manager Retail Marketing Region Papua Adri Angga Aditya kepada awak media mengatakan, kegiatan FGD ini sebagai bentuk respon cepat,terhadap dinamika logistik nasional dan global yang berpotensi mengganggu rantai pasok

"Kami telah berkoordinasi dengan. pemerintah daerah untuk menjamin, ketersediaan stok LPG non subsidi di wilayah Biak Numfor," ujar Area Manager Retail Marketing Region Papua Adri Angga Aditya

Ia menyebut, sesuai data sensus nasional dari Badan Pusat Statistik Biak Numfor, pengguna elpiji sekitar 5 persen, sedangkan pengguna minyak tanah mencapai 60 dan 30 persen sisanya menggunakan kayu bakar.

Menurut Adri Angga, Pertamina saat ini memberikan perhatian serius terhadap masyarakat lebih di fokuskan pada konsumen LPG yang non subsidi, seperti rumah tangga dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)

Sementara keunggulan dari LPG, Lebih efisien dari minyak tanah dan lebih aman karena memiliki double spindle, dan mudah dibawa karena ukurannya hanya 5,5 kg untuk rumah tangga.

"Bagi masyarakat yang ingin membeli elpiji, silahkan mendatangi agen - agen resmi terdekat seperti PT. Gasirja di Biak atau bisa juga dapat diperoleh di gudang agen atau outlet yang terdaftar," ujarnya.

Menyinggung stok elpiji, Adri Angga mengatakan, kendati stok Elpiji sedang dalam masah transisi, namun pasokan baru telah didatangkan dari Jayapura dan diproyeksikan tiba di pelabuhan laut Biak pada 11 mei dan dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional selama 9 hari kedepan

"Sebagai antisipasi terhadap gangguan distribusi akibat kondisi geopolitik, Pertamina telah mengalihkan rute pasokan dari Surabaya ke Jayapura, sebuah langkah yang memperpendek waktu tempuh dan meningkatkan ketahanan logistik di kawasan timur Indonesia," ucapnya

Ia mengajak masyarakat untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah menggunakan energi lebih bijak, terutama elpiji non subsidi, karena lebih aman dan ramah lingkungan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....