Lokakarya Literasi dan Gizi Biak Ditutup, Siap Diimbaskan Luas

  • 01 Mei 2026 05:41 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak - Bupati Biak Numfor yang diwakili Staf Ahli I, Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Fransisko Olla, resmi menutup pelaksanaan lokakarya perencanaan dan penganggaran guna mendukung layanan literasi, numerasi, serta penyediaan makanan bergizi berkualitas di Kabupaten Biak Numfor, berlangsung di swissbel hotel Cendrawasih Biak, Kamis 30 April 2026. Kegiatan itu merupakan kolaborasi Pemerintah Jepang yang bekerja sama dengan UNICEF Indonesia, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, serta Yayasan Rumsram guna mendukung layanan literasi, numerasi, dan makanan bergizi berkualitas di Biak Numfor.

Dalam sambutan tertulis Bupati Biak Numfor, yang dbacakan Staf ahli I Bupati, Fransisko Olla, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan panitia penyelenggara. Lokakarya ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam merespons kebutuhan pendidikan dan kesehatan dasar yang berkualitas,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, peningkatan literasi, numerasi, dan gizi menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.

“Sesuai dengan visi dan misi daerah yang memprioritaskan pendidikan dan kesehatan, saya menegaskan bahwa literasi, numerasi, dan gizi bukan lagi sekadar program, melainkan pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia di Kabupaten Biak Numfor,” tambahnya.

Sementara itu Spesialis Pendidikan UNICEF-Indonesia Pria Santri Beringin menyampaikan bahwa literasi, numerasi, dan PAUD berkualitas merupakan bagian dari prioritas global UNICEF yang juga diterapkan di Papua.

“Kita sudah melakukan penelitian cukup mendalam. Literasi, numerasi, apalagi PAUD berkualitas ini merupakan dua dari lima prioritas program pendidikan UNICEF secara global dan juga kita laksanakan di Tanah Papua ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program tersebut telah berjalan sejak 2015 dan menghasilkan berbagai praktik baik yang perlu terus dikembangkan.

Sebelumnya, Direktur Yayasan Rumsram , Simon Morin, menjelaskan bahwa program yang dijalankan difokuskan pada penguatan kapasitas guru serta pendampingan berkelanjutan di satuan pendidikan.

“Kegiatannya pertama adalah untuk penguatan guru. Yang kedua, bagaimana ke depan memberikan pendampingan kepada guru-guru PAUD, termasuk memastikan akses terhadap bahan bacaan dengan menghadirkan sudut baca di setiap sekolah,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas literasi dan numerasi di sekolah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan praktik-praktik baik tersebut dapat diperluas agar menjangkau lebih banyak sekolah. Dan untuk diketahui, kegiatan itu diikuti sebanyak 9 Kepala Sekolah tingkat SD,

dan 8 Kepala Sekolah TK, serta mengundang perwakilan OPD, dari Bappeda, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayan Biak Numfor dan mitra Jenewa institute.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....