Perayaan Paskah Bina Iman Anak Katolik Paroki St. Maria Diangkat ke Surga Biak
- 27 Apr 2026 14:31 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak – Suasana Gereja Paroki St. Maria Diangkat ke Surga, Biak, tampak begitu meriah dan penuh sukacita pada Minggu, 26 April 2026. Anak-anak yang tergabung dalam Bina Iman Anak Katolik menggelar perayaan Paskah yang sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Minggu Panggilan Sedunia ke-63.
Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi pada pukul 07.00 WIT yang dipimpin langsung oleh Pastor Paroki, Romo Sebastianus Ture Liwu, Pr. Misa tersebut dihadiri oleh lebih dari 90 anak-anak yang tampak antusias mengenakan kostum berbagai profesi.
Dalam sambutannya, Romo Sebastianus mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat, mulai dari Dewan Pastoran, orang tua, Wanita Katolik (WK), Orang Muda Katolik (OMK), para suster, hingga para koordinator Bina Iman Anak Katolik.
"Panggilan hidup itu ditemukan bukan di luar diri anak-anak, tapi panggilan itu ditemukan di dalam hati setiap pribadi, karena Tuhan sendiri yang memanggil," ujar Romo Sebastianus.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, anak-anak semakin diteguhkan panggilannya, baik itu menjadi imam, suster, maupun dalam profesi apapun, agar dapat dihayati dan dihidupkan setiap hari sebagai wujud pelayanan.
Suster Maria Katerin, Fch., selaku pendamping Bina Iman Anak Katolik menjelaskan, perayaan kali ini mengambil tema "Bersatu Dalam Kristus, Bersatu Dalam Misi".
Uniknya, dalam misa tersebut anak-anak hadir mengenakan pakaian sesuai cita-cita profesi mereka. Ada yang berpakaian seperti imam, suster, dokter, perawat, koki, hingga anggota TNI dan Polri.
"Melalui kostum ini, anak-anak diajak menyadari bahwa Tuhan memanggil setiap orang lewat berbagai jalan hidup. Apapun profesi kita kelak, kita semua dipanggil untuk melayani Tuhan dan sesama dengan kasih," jelas Suster Maria.
Usai perayaan ibadah, Anak-anak diajak menonton video singkat tentang karya dan pelayanan Suster-Suster Franciscus Caritas (FCH) di berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan, dan sosial.
Kegiatan semakin seru dengan adanya games dengan salah satu momen yang paling dinanti adalah tradisi mencari telur Paskah.
“Tahun ini, cara pencarian telur dibuat berbeda. Telur-telur plastik tidak disembunyikan di halaman, melainkan diletakkan di antara tumpukan guntingan kertas di dalam dus besar. Anak-anak dengan penuh semangat untuk menemukan telur,”ujarnya.
Suster Maria menekankan, panggilan Tuhan kadang tersembunyi di tengah kebisingan dunia seperti tumpukan kertas itu sehingga dibutuhkan ketekunan, keheningan hati, dan kebersamaan untuk menemukannya.
Diharapkan, melalui perayaan Paskah dan peringatan Hari Minggu Panggilan Sedunia ke-63 ini, anak-anak semakin mengenal Yesus dan bertumbuh menjadi pelayan serta pewarta kabar gembira di mana pun mereka berada.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....