Latih Disiplin dan Jiwa Nasionalisme, 170 Pelajar Biak Numfor Ikuti Latihan KKRI

  • 24 Apr 2026 22:29 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Sebanyak 170 pelajar dari tujuh sekolah tingkat SMA di Kabupaten Biak Numfor antusias mengikuti kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) yang digelar di Hanggar Lanud Manuhua Biak, Jumat 24 April 2026.

Kegiatan ini menjadi momen bersejarah, karena ini adalah pertama kalinya program KKRI dilaksanakan di wilayah Biak. Padahal secara nasional, program pembinaan karakter dan kepemimpinan ini telah memasuki gelombang kelima.

Antusiasme Pelajar Papua Jadi Prioritas

Ketua Panitia Pelaksana KKRI di Biak, Kolonel Pasukan Baharudin, menyampaikan bahwa kehadiran program ini di Biak bertujuan memberikan kesempatan yang sama bagi putra-putri daerah. Meskipun terbuka untuk umum, panitia memberikan perhatian khusus bagi mereka yang lahir dan besar di Papua.

"Ini baru pertama kali di Biak, namun secara nasional sudah masuk gelombang kelima. Tahun kemarin saja tercatat ada tiga gelombang dengan total peserta mencapai 21 ribu orang di seluruh Indonesia," ujar Kolonel Baharudin.

Menariknya, program ini bukan sekadar latihan fisik atau pembinaan karakter semata, melainkan juga membuka peluang pendidikan yang sangat besar. Baharudin menjelaskan bahwa pada tahun lalu, sebanyak 109 peserta terbaik berhasil mendapatkan beasiswa prestasi.

"Peserta kelas 1 dan 2 SMA yang terpilih langsung ditarik untuk melanjutkan pendidikan di SMA 1 Halim Perdana Kusuma di Jakarta. Ini adalah peluang besar bagi putra-putri daerah untuk meraih masa depan," tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung di Hanggar Lanud Manuhua, para pelajar dibekali dengan berbagai materi penting yang sangat dibutuhkan di era modern, antara lain:

- Literasi Digital, Edukasi tentang bijak bermedia sosial.

- Pencegahan Penyakit Sosial, Sosialisasi bahaya narkotika dan kenakalan remaja.

- Mitigasi Bencana & Survival, Pelatihan dasar penanggulangan bencana, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), hingga teknik bertahan hidup di alam terbuka.

Sebagai penutup yang penuh makna, rangkaian kegiatan ditutup dengan tradisi api unggun dan renungan suci. Momen ini dimaksudkan untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual dan nasionalisme yang mendalam di hati para generasi penerus bangsa.

Diharapkan, kegiatan perdana ini dapat menjadi awal yang baik dan terus berlanjut, guna mencetak generasi muda Papua yang disiplin, tangguh, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....