Kolaborasi FGM GKI Biak Numfor dan Nirmala Group Bangun Sentra Ekonomi

  • 24 Apr 2026 21:18 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak – Forum Generasi Muda (FGM) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua wilayah Biak-Supiori mengambil langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman. Melalui kolaborasi dengan PT Nirmala Jaya Kusuma, pemuda gereja ini tidak hanya fokus pada pelayanan rohani, tetapi juga bergerak nyata membangun kemandirian ekonomi dan menciptakan lapangan kerja sendiri.

Direktur Operasional Nirmala Group yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Retreat Rohani dan Kolaborasi FGM Biak-Supiori, Sofian Korwa mengatakan kondisi saat ini menuntut pemuda untuk lebih terbuka melihat realitas, salah satunya adalah fenomena sulitnya mencari pekerjaan yang menjadi masalah krusial.

"Kami melihat bahwa kegiatan kepemudaan bukan hanya soal meningkatkan kualitas pelayanan, tapi juga harus membuka mata terhadap fenomena sosial. Salah satu yang paling ekstrim adalah kesulitan mencari kerja. Oleh karena itu, kami berkolaborasi memanfaatkan aset yang sudah kurang lebih 23 tahun tidak terpakai ini menjadi area yang produktif," ujar Sofian saat ditemui usai peninjauan lokasi, Jumat 24 April 2026.

Atas izin pemilik aset, lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi akan diubah menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial yang dikelola oleh anak muda asli Papua. Berbagai unit usaha akan dibangun di sana, antara lain Swalayan dan tempat praktik bagi dokter-dokter muda Papua, Unit usaha percetakan, Cafe dan Galeri kerajinan lokal, Inovasi unik berupa Coffee Shop yang memanfaatkan bekas kapal penangkapan ikan dan Rumah baca untuk anak-anak jalanan.

"Kami ingin menunjukkan bahwa anak Biak itu kreatif dan mampu menciptakan lapangan kerjanya sendiri. Kita tidak harus selalu menunggu lowongan, tapi kita buka dan ciptakan peluang itu sendiri. Jika ekonomi tertata, kita bisa mencegah adanya arah ke tindakan negatif," ungkapnya.

Komitmen ini mendapatkan apresiasi tinggi langsung dari Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th., yang pada hari yang sama hadir meninjau langsung lokasi pembangunan. Beliau menyaksikan secara detail rencana pembangunan Swalayan UMKM FGM dan fasilitas lainnya.

Ketua Sinode memberikan janji dan komitmen bahwa setelah pembangunan rampung nanti, beliau akan kembali hadir untuk melakukan peresmian. Dukungan juga mengalir dari para pengurus gereja wilayah 3, Ketua Klasis Biak Selatan, serta para hamba Tuhan di wilayah Biak Numfor dan Supiori.

Sementara itu, Terry Sroyer, Ketua Karateker DPC FGM GKI Kabupaten Biak Numfor, menjelaskan bahwa organisasi ini merupakan sayap gereja yang berbeda dengan PAM GKI. Jika PAM lebih fokus pada pelayanan, FGM lebih mengarah pada kerja organisasi yang holistik, mencakup bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga isu sumber daya alam (laut, darat, hutan).

"FGM ini langsung terjun ke masyarakat. Kami baru berjalan sekitar satu tahun setelah organisasi ini kembali aktif pasca Kongres di Raja Ampat November 2025 dan KLB di Jayapura Februari 2026 lalu," jelas Terry.

Ia menambahkan, visi Ketua Sinode sangat jelas, yaitu menggerakkan pemuda agar tidak hanya aktif di gereja, tapi juga menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Terkait jadwal kegiatan, Ia memaparkan, agenda Retreat dan konsolidasi FGM akan dilaksanakan segera setelah pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) FGM Provinsi Papua.

"Pelantikan DPP direncanakan tanggal 15 Mei 2026. Maka kurang lebih satu minggu setelah itu, kami akan langsung gelar retret di Biak untuk memperkuat organisasi dan menyatukan visi," pungkasnya.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata semangat baru pemuda GKI di Papua yang berani berinovasi, berwirausaha, dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....