Semangat Penyelam Perempuan Satu Nafas, Melestarikan Keindahan Bawah Laut Biak
- 21 Apr 2026 16:11 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak – Keindahan bawah laut Biak Numfor yang memukau tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga memicu kepedulian mendalam dari para pencinta alam. Melalui Komunitas Selam Satu Nafas Biak, para penyelam free diving menunjukkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian laut sekaligus membuktikan eksistensi perempuan di berbagai bidang.
Ketua Komunitas Satu Nafas Biak, Kires Amalia, menjelaskan bahwa komunitas Satu Nafas saat ini tengah gencar menjalankan program Transplantasi Terumbu Karang. Kegiatan mulia ini mulai dijalankan secara bertahap sejak akhir tahun 2025 lalu.
"Kami dari Satunafas Biak, sebagai penyelam free dive, saat ini sedang menjalankan program transplantasi terumbu karang yang dimulai dari akhir tahun lalu. Kami lakukan secara bertahap, misalnya di satu spot selesai, nanti kita pindah ke spot yang lain. Kemarin kita mulai perdana di spot Pantai Nirmala Hotel Biak dan alhamdulillah semua berjalan dengan baik," ujar Kires dalam keterangannya, Senin 21 April 2026.
Kires mengajak seluruh elemen, baik penyelam scuba maupun free dive, untuk bersama-sama melanjutkan program ini. Menurutnya, kondisi terumbu karang di sejumlah titik di Biak sudah mengalami kerusakan, sehingga butuh sentuhan pemulihan.
"Ini bukan hanya soal keindahan bagi penyelam, tapi untuk semua. Kalau terumbu karang sehat, ikan akan berlimpah, ini tentu menguntungkan juga bagi nelayan dan warga sekitar. Satu langkah kecil dari kita untuk memperbaiki apa yang sudah rusak demi masa depan," tambahnya.
Selain aksi konservasi, komunitas ini juga aktif mempromosikan pesona alam bawah laut Biak melalui konten "Explore Bawah Laut Biak" di berbagai platform media sosial. Langkah ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Biak Numfor.
Kiprah Komunitas Satu Nafas Biak yang didominasi oleh perempuan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh Mersi Wabiser, seorang perawat di RSUD Biak Numfor.
Menurut Mersi, keberanian para penyelam perempuan ini sejalan dengan cita-cita pahlawan wanita R.A. Kartini yang menginginkan perempuan yang cerdas, mandiri, dan setara.
"Saya begitu terinspirasi dengan para penyelam perempuan dari komunitas Satu Nafas Biak. Mereka membuktikan bahwa kemampuan tidak melihat jenis kelamin. Dengan menyelam, mereka menunjukkan fisik yang tangguh, mental yang kuat, dan semangat yang tinggi," ungkap Mersi.
Ia menambahkan, perempuan kini bukan lagi sekadar objek, melainkan subjek pembangunan yang aktif berkontribusi. "Ini adalah bukti nyata bahwa perempuan itu bisa, berani, dan berdampak," tegasnya.
Mersi berharap, semangat ini dapat menular kepada perempuan-perempuan muda lainnya di Biak Numfor untuk tidak minder dan berani mengeksplorasi potensi diri. Sehingga, dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata dan pembangunan daerah secara keseluruhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....