Musda III Himpaudi Biak, Soroti Kesetaraan dan Kesejahteraan Guru PAUD Non-Formal
- 28 Mar 2026 14:44 WIB
- Biak
RRI. CO. ID, Biak – Musyawarah Daerah (Musda) III Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Biak Numfor resmi dilaksanakan, berlangsung di CSG GKI Eloihim Snerbo, Sabtu 28 Maret 2026. Dengan mengusung tema “Kepemimpinan Transformatif Adaptif, Wujudkan Himpaudi Mandiri dan Profesional”.
Musda III ini juga menjadi momen pemilihan pengurus baru untuk masa bakti 2026–2030.

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Himpaudi Provinsi Papua, Magdalena Salea Sappe, SE., MM. menyampaikan apresiasi kepada pengurus daerah masa bakti sebelumnya yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Ia juga menyoroti perjuangan organisasi, terkait kesetaraan, kesejahteraan, serta perlindungan bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) non-formal yang hingga kini belum terakomodir secara penuh dalam peraturan perundang-undangan.
“Saat ini kami sedang berjuang untuk hal tersebut, dan isu ini sedang digodok dalam Sisdiknas di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Kami berharap hak-hak guru PAUD non-formal dapat terakomodir dan disahkan dalam undang-undang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Magdalena menekankan peran Himpaudi sebagai mitra strategis pemerintah di bidang pendidikan non-formal. Ia berpesan kepada pengurus baru nantinya agar bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan tulus ikhlas tanpa mencari keuntungan pribadi melalui organisasi. Ia juga menyadari tantangan kesejahteraan yang dihadapi guru PAUD non-formal, di mana penghasilan masih dihitung per hari dan belum setara dengan guru pendidikan formal.
“Mungkin saat ini gaji dan upah belum sesuai harapan, tapi tetaplah semangat. Apa yang ditabur hari ini pasti ada waktunya untuk menuai hasilnya. Jadilah organisasi profesi yang dewasa dan berdampak nyata bagi masyarakat Biak Numfor,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Himpaudi Biak Numfor, Ruth Naomi Rumkabu, menyampaikan rasa terima kasih atas pembinaan yang terus diberikan oleh PW Himpaudi Provinsi Papua sejak Musda I hingga Musda III ini. Ia mengakui bahwa perjalanan organisasi masih membutuhkan banyak pembelajaran dan dukungan dari berbagai pihak, baik tingkat daerah maupun pusat.
Selama masa kepemimpinannya, berbagai langkah telah dilakukan, antara lain pembentukan pengurus cabang di setiap distrik sebagai perwakilan organisasi serta upaya peningkatan kualifikasi pendidikan guru.
“Kami telah membantu sejumlah guru untuk menempuh pendidikan S1 PAUD. Awalnya ada 10 orang yang terlibat, namun karena berbagai kendala, akhirnya sekitar 4 hingga 5 orang yang dapat melanjutkannya. Kami berharap pengurus baru nantinya dapat terus mendorong program ini agar guru PAUD non formal memiliki kualifikasi yang setara dengan guru pendidikan formal,” jelas Ruth.
Ruth juga berharap pemerintah terus memberikan dukungan, mulai dari tingkat daerah hingga pusat, agar Himpaudi dapat terus berjalan dan hak-hak guru PAUD non-formal segera mendapatkan pengakuan resmi. Dengan demikian, para pendidik dapat bekerja lebih maksimal karena memiliki jaminan dan dukungan yang layak.
Musda III ini diharapkan menjadi titik awal bagi kepemimpinan baru yang lebih adaptif dan mampu menjawab tantangan, sekaligus memperjuangkan guru PAUD non-formal yang telah mengabdi dengan penuh ketulusan di Kabupaten Biak Numfor.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Plh Sekda Biak Numfor, Samuel Rumakeuw, mewakili Bupati Biak Numfor, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, IGTKI PGRI Biak, PC Himpaudi Biak, Para Kepala Paud Biak Numfor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....