SMKS Kesehatan Biak Dorong Pelestarian Budaya Melalui Prestasi Nasional

  • 23 Mar 2026 10:19 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak - SMK Kesehatan dan Pekerjaan Sosial Biak Numfor mengharumkan nama Kabupaten Biak Numfor dan Provinsi Papua melalui berbagai prestasi di bidang seni budaya tingkat nasional. Upaya ini menjadi salah satu cara untuk merangkul siswa yang berprestasi di bidang budaya dan mempromosikan warisan budaya Biak Numfor ke kancah lebih luas.

Menurut Kepala Sekolah, Sefnat Womsiwor, S.Pd., SKM., M.Kes, sekolah yang berdiri sejak 2013 ini baru mulai tampil di tingkat nasional pada tahun 2023 setelah melalui persiapan panjang. Sejak itu, siswa-siswinya berhasil meraih juara pertama tingkat provinsi Papua selama tiga tahun berturut-turut (2023-2025) dalam cabang lomba musik tradisional, kreativitas musik tradisional, tari kreasi, dan menyanyi solo.

"Kita merangkul anak-anak yang mungkin tidak unggul di peringkat kelas, tetapi memiliki bakat di bidang budaya atau musik tradisional. Persiapan untuk mencapai tingkat nasional tidak mudah, tetapi ini menjadi kesempatan emas bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan," ujarnya melalui obrolan budaya RRI Biak pekan lalu.

Sekolah menyediakan peralatan musik tradisional secara lengkap, antara lain ukulele, stanbas, tifa, dan alat musik dari tempurung, sehingga tidak perlu menyewanya dari luar. Selain itu, juga memiliki koleksi pakaian adat sendiri yang digunakan untuk pertunjukan maupun latihan.

Untuk mengumpulkan siswa yang berbakat , seleksi peserta dilakukan segera setelah masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Calon peserta harus membentuk grup minimal lima orang dan mengikuti seleksi tingkat sekolah terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tingkat kabupaten dan provinsi. Semua latihan dan penyusunan materi dilakukan secara mandiri di sekolah tanpa menggunakan jasa sanggar luar untuk menghemat biaya.

"Kita fokus pada pengembangan musik dan tari khas Biak. Lagu yang dinyanyikan harus berbahasa Biak, dan alat musik serta tarian yang ditampilkan harus berasal dari budaya lokal. Kita tidak boleh menggunakan elemen budaya dari daerah lain," jelasnya.

Ia menyebut, dalam setiap partisipasi di tingkat nasional, sekolah selalu menampilkan identitas budaya Biak yang autentik. Bahkan, upaya dilakukan untuk mengangkat alat musik tradisional yang belum banyak dikenal, seperti toki bambu atau kulit bia, agar mendapatkan nilai lebih dalam penilaian.

Untuk penampilan saat ini, desain pakaian adat disesuaikan dengan tetap mempertahankan keaslian. Penampilan tersebut bahkan menarik perhatian penonton dan menjadi daya tarik tersendiri, contohnya ketika tampil di ajang yang pernah diselenggarakan di Universitas Kesenian Jakarta.

"Kita mulai mempersiapkan peserta sejak bulan Februari, bahkan menjaga pola makan dan istirahat mereka hingga lomba selesai. Hasilnya, penampilan budaya Biak bisa diterima dengan baik oleh audiens nasional dan membawa harum nama daerah," tambahnya.

Dijelaskan saat ini, Persiapan untuk lomba tahun ini sudah dimulai, dengan siswa yang lolos seleksi tingkat sekolah mulai melakukan latihan intensif guna menghadapi ajang yang biasanya bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....