Siswa SD di Biak Numfor Ikuti Pelatihan Edukasi Gizi Berbasis Permainan

  • 09 Mar 2026 15:45 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Kolaborasi UNICEF Papua, Yayasan Madani Indonesia, dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melaksanakan Pelatihan Edukasi Gizi berbasis permainan untuk murid kelas 4-5 SD/MI. Kegiatan yang berlangsung pada 9 hingga 10 Maret 2026 di KSL Ballroom Biak diikuti oleh perwakilan dari 31 Sekolah Dasar se-Kabupaten Biak Numfor.

Tujuan pelatihan adalah meningkatkan kapasitas siswa kelas 4-5 untuk menjadi Kapten Bergizi dan mendampingi guru dalam melaksanakan Komponen Gizi dari Program Sekolah/Madrasah Sehat.

Perwakilan UNICEF Papua, Wulan Nangley, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya memperkuat pendidikan gizi di sekolah dan mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini berjalan.

"Kita mengundang adik-adik SD untuk jadi model atau influencer bagi teman sebaya. Nantinya bukan hanya guru yang melaksanakan edukasi, tetapi siswa juga akan berperan sebagai role model," ujarnya.

UNICEF mendukung integrasi MBG dengan edukasi gizi, di mana anak tidak hanya makan tetapi juga memahami pentingnya gizi, kehidupan bersih sehat, serta menyampaikan pesan kepada orang tua bahwa MBG bukan makanan penganti sehingga pola makan anak tetap terjaga. Program ini juga akan menyasar orang tua untuk menjadikan menu MBG sebagai contoh menu lengkap di rumah.

Selain itu, akan dibuat sistem pelaporan dan On Job Training (OJT) untuk membahas tantangan yang terjadi di sekolah, serta dilakukan monitoring oleh pemerintah dan pihak terkait. Setiap sekolah akan memilih 3 orang siswa sebagai Kapten Bergizi yang akan menyampaikan pesan gizi melalui kegiatan permainan dan mempraktikkannya di sekolah, dengan pendampingan guru.

Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor, Sekretaris Dinas, Esau Leunufna, SKM, M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia masih menghadapi triple burden of malnutrition yaitu gizi kurang, gizi lebih, dan obesitas yang terjadi pada berbagai kelompok umur termasuk anak usia sekolah. Berdasarkan Survei Gizi Indonesia tahun 2024, masalah ini masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan.

"Masalah gizi tidak hanya berdampak pada kesehatan tetapi juga pertumbuhan, perkembangan, dan prestasi belajar anak. Oleh karena itu, kami melakukan kolaborasi dengan UNICEF, Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan Kementerian Kesehatan dalam perancangan program gizi berbasis sekolah, yang didukung oleh Yayasan Madani Indonesia sebagai mitra pelaksana," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini membekali siswa dengan pendekatan edukasi gizi berbasis permainan yang menyenangkan dan interaktif. Guru pendamping juga turut dilatih untuk menjalankan proses pembelajaran di sekolah.

"Kami berharap Kapten Bergizi dapat menjadi agen perubahan, memimpin kegiatan gizi di sekolah, serta membantu guru dalam program sekolah sehat seperti pembinaan kantin sehat, pemanfaatan pekarangan sekolah, dan pemeriksaan kesehatan berkala," ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara dan fasilitator dari berbagai pihak, antara lain: Guru Terlatih Kapten Bergizi dari Yayasan Gapai Jayapura, UNICEF Papua, Yayasan Gapai Harapan Papua dan Yayasan Jenewa Madani Indonesia.

Diharapkan melalui pelatihan ini akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga sehat, aktif, dan berprestasi, serta menjadikan budaya hidup sehat sebagai bagian dari kebiasaan di sekolah secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....