Rakor Lintas Sektor dalam Pemetaan Bahan Pangan Lokal Bagi MBG di Biak Numfor

  • 06 Mar 2026 16:54 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Rapat koordinasi pemetaan ketersediaan bahan pangan dan jaminan pasokan lokal untuk penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Biak Numfor tahun 2026 berlangsung di Swiss-belhotel Biak pada Jumat 6 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Satgas MBG Kabupaten Biak Numfor, Yayasan Jenewa Madani, dan UNICEF Indonesia.

Rakor ini berperan sebagai forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat pemetaan rantai pasok pangan, serta merumuskan langkah tindak lanjut guna menjamin ketersediaan bahan pangan bagi pelaksanaan program MBG.

Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, menyampaikan bahwa rakor kali ini fokus pada ketersediaan bahan baku pangan lokal. Tujuannya agar program MBG tidak hanya berdampak pada gizi anak atau penerima manfaat, namun juga memberikan kontribusi pada perekonomian lokal di Biak Numfor.

"Program MBG di Biak Numfor melayani 13 ribu anak setiap hari kecuali Minggu, jadi ini adalah pasar yang jelas dan menjadi ruang ekonomi positif bagi pelaku usaha pangan lokal," ujarnya.

Pada rapat ini juga dibahas terkait rantai pasok, dengan melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menjamin kelancaran sistem pasokan baik dari produsen lokal maupun luar daerah dan diharapkan bisa mengidentifikasi faktor yang mungkin mengganggu rantai pasok dan menciptakan mekanisme yang sederhana agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak kesulitan memperoleh bahan baku.

Kamaruddin menambahkan bahwa pertemuan koordinasi dilakukan setiap bulan dengan tema berbeda. Bulan lalu fokus pada implementasi SPPG, bulan ini pada akses SPPG terhadap bahan lokal, dan rencananya bulan depan akan mengangkat tema keamanan pangan serta pengelolaan limbah agar tidak berdampak destruktif terhadap lingkungan.

Selain itu, Ia juga menyampaikan pesan dari Ketua Satgas MBG Biak Numfor untuk meningkatkan penerima manfaat ke unsur 3B (Balita, Bumil dan Busui) yang saat ini sudah mencapai lebih dari 300 orang. "Kalau perlu di luar dari itu anak-anak jalanan misalnya juga sudah mulai kita pikirkan, supaya betul betul MBG ini tidak hanya fokus di satuan pendidikan tapi bisa fokus ke penerima manfaat yang lain," ungkapnya.

Sementara itu, Perwakilan UNICEF Tanah Papua, Wulan Nangley, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kebersamaan yang telah dibangun. Menurutnya, pemetaan ketersediaan dan jaminan pasokan bahan pangan lokal memiliki peran penting karena keberhasilan MBG tidak hanya dilihat dari penyaluran, namun juga dari kesiapan sistem pasokan, distribusi, dan keterlibatan pelaku usaha serta UMKM lokal.

"Ini adalah rapat koordinasi ketiga yang kami laksanakan bersama. Kali ini kita akan memetakan potensi bahan pangan lokal, memahami kapasitas produksi, mengidentifikasi tantangan distribusi dan stabilitas harga, serta menggali peluang bagi pelaku usaha dan UMKM lokal," jelasnya.

Melalui Pertemuan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang akan disampaikan kepada pimpinan daerah melalui Satgas MBG Biak Numfor.

Adapun pembicara dan fasilitator pada rakor ini adalah perwakilan Satgas MBG Kabupaten Biak Numfor, UNICEF Tanah Papua, dan Yayasan Jenewa Madani Indonesia.

Peserta yang mengikuti rapat antara lain Koorwil BGN Kabupaten Biak Numfor, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sekretaris Daerah Bagian Perekonomian, Asosiasi Pengusaha Pangan, mitra SPPG, RRI, dan Yayasan Jenewa Madani Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....