Distrik Samofa Biak Numfor Gelar Musrembang untuk Penyusunan RKPD 2027
- 25 Feb 2026 13:17 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Distrik Samofa Kabupaten Biak Numfor tahun 2026, bertempat di Gedung Serbaguna Kampung Mandauw. Rabu 23 Februari 2026, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy Carter Rumbarar Kapisa. Kegiatan ini merupakan agenda penting dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Biak Numfor tahun 2027, dengan tujuan utama menyelaraskan prioritas pembangunan di tingkat kampung dan kelurahan dengan prioritas daerah.
Musrenbang ini menjadi wadah untuk mengklarifikasi usulan program berdasarkan urgensi dan ketersediaan anggaran, serta menyepakati delegasi kecamatan yang akan mengawal hasil forum ini ke tingkat Musrenbang Kabupaten/Kota.

Wakil Bupati, dalam sambutannya, menekankan bahwa Musrenbang ini bukan sekadar rutinitas administrasi tahunan, melainkan momentum penting untuk menerjemahkan visi besar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 ke dalam program kerja nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
"Tahun 2026 ini merupakan tahun penting untuk mengakselerasi visi kita bersama, mewujudkan Kabupaten Biak Numfor yang sejahtera, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan melalui masyarakat yang cerdas, sehat, dan mandiri," ujar Wakil Bupati.
Ia juga menegaskan beberapa poin penting dalam penyusunan program tahun 2027, diantaranya:
- Pengawalan Usulan: Memastikan seluruh usulan dari tingkat kampung dan distrik dikawal dan diinput melalui sistem SIPD secara tepat, agar aspirasi masyarakat yang mendesak tidak terlewatkan.
- Sinergi Program: Memperhatikan program strategis nasional, provinsi, dan kabupaten yang sedang berjalan, serta program strategis lainnya seperti ketahanan pangan dan koperasi Merah Putih.
- Peningkatan SDM: Program kesehatan dan pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama untuk memastikan generasi emas Biak mampu bersaing di masa depan.
- Efisiensi Anggaran: Menginstruksikan seluruh Kepala OPD untuk menyusun program yang bersifat money follows program, dengan melihat skala prioritas yang betul-betul menyentuh masyarakat.

Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga ketahanan pangan dan harga kebutuhan pokok, terutama menjelang bulan Ramadan. Sebagai daerah yang berada di beranda Pasifik, potensi kelautan, perikanan, dan pariwisata harus terus dioptimalkan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Sesuai arahan pemerintah pusat, seluruh proses perencanaan dan penganggaran wajib melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Implementasi SIPD merupakan data yang terintegrasi dengan Kementerian Pusat dan KPK, guna menjamin transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah.
"Kami meminta kepada seluruh perangkat daerah dan aparat kampung memastikan semua usulan benar-benar masuk dan diverifikasi melalui SIPD. Jangan ada usulan yang tercecer," tegas Wakil Bupati.
Sinkronisasi usulan dari Musrenbang kampung, distrik, dan prioritas daerah menjadi kunci keberhasilan.

Sementara itu, Kepala Distrik Samofa, Adam Umar, menyampaikan bahwa Musrenbang ini merupakan tindak lanjut dari surat Sekretaris Daerah terkait pelaksanaan Musrenbang tingkat kampung dan kelurahan. Distrik Samofa telah melaksanakan Musrenbang di tingkat kampung dan kelurahan dari tanggal 2 hingga 11 Februari, mengacu pada usulan dan masukan dari masyarakat.
"Usulan ini bukan usulan keinginan, tetapi kebutuhan," Ucapnya.
Ia berharap OPD dapat membijaki usulan-usulan, termasuk yang sudah ada sejak tahun-tahun sebelumnya, sesuai dengan anggaran prioritas.
Adam Umar juga mengapresiasi program pemasangan lampu gratis dari Bappeda tahun lalu, yang meskipun tidak masuk dalam daftar usulan awal, namun berhasil terealisasi di Distrik Samofa. Ia berharap program serupa dapat dilanjutkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dikatakan, prioritas usulan dari tingkat kampung dan kelurahan untuk perencanaan 2027 berfokus pada ketahanan pangan, yang sejalan dengan program nasional. Selain itu, usulan pembangunan dan perbaikan infrastruktur seperti sekolah (rehabilitasi ringan maupun berat) dan jalan juga menjadi perhatian utama, mengingat pentingnya aksesibilitas, terutama untuk fasilitas pendidikan.
Adam Umar jugamenjelaskan keberhasilan program ketahanan pangan di 5 kampung di Distrik Samofa, yaitu Kampung Kinmom, Sumberker, Kampung Wisata Binsari, Anjareuw, Darmorpis, dan Meriendi. Ia memberikan apresiasi kepada Pj Kepala Kampung yang telah melaksanakan program sesuai arahan dan petunjuk.
Musrenbang RKPD Distrik Samofa ini diharapkan menghasilkan rumusan program kerja yang realistis, tepat sasaran, dan menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya di Distrik Samofa.
Turut hadir berbagai unsur penting, termasuk Forkopimda Kabupaten Biak Numfor, Forkopimcam, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, sejumlah Pimpinan OPD, Anggota DPRK Biak Numfor, serta Kepala Kelurahan dan Kepala Kampung di lingkup Distrik Samofa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....