Kadispar Biak Numfor: Pentingnya Sinergitas untuk Kemajuan Pariwisata

  • 24 Feb 2026 10:10 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Turbey Oni Dangeubun, menegaskan bahwa sektor pariwisata merupakan pilar utama dan lokomotif bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di Biak Numfor. Pihaknya optimistis Biak Numfor dapat menjadi destinasi pilihan di timur Papua dan kawasan Pasifik melalui kolaborasi berkelanjutan dari semua pemangku kepentingan.

"Kami berharap ke depan ikhtiar ini dikerjakan secara kolaborasi, sinergi, dan membutuhkan bauran kerja sama yang berkelanjutan oleh semua pemangku kepentingan," ujarnya usai Dialog Interaktif bersama RRI Biak pekan lalu.

Ia menekankan pentingnya pendekatan pentahelix, di mana Akademisi, Bisnis, Komunitas, Goverment, dan Media (ABCGM) bersinergi untuk memastikan Biak Numfor menonjol sebagai destinasi pariwisata.

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor telah mengambil beberapa langkah strategis untuk mewujudkan visi tersebut. Pertama, penataan pengelolaan destinasi dilakukan secara kolektif dan komunal oleh masyarakat pemilik wilayah, didukung oleh pendampingan dan intervensi dari pemerintah daerah. Kedua, pembangunan co-branding dengan pemangku kepentingan bertujuan untuk memperkuat daya saing dan nilai penting pariwisata Biak Numfor. Ketiga, pemasaran yang efektif didorong melalui konsep smart tourism yang memanfaatkan teknologi kekinian.

"Teknologi membantu kita memperkenalkan Biak dengan biaya relatif murah dan kecepatan tinggi," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa kerja sama dan bauran strategi sangat dibutuhkan agar semua pemangku kepentingan dapat bergerak, berdaya, dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Biak melalui sektor pariwisata.

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga berfokus pada pencapaian Indikator Kunci Utama atau IKK Outcome yang meliputi peningkatan jumlah pengunjung, lama tinggal wisatawan, dan spending (pengeluaran) yang berdampak langsung pada masyarakat. Untuk itu, konektivitas menjadi faktor krusial.

"Kita butuh konektivitas yang menjadi nadi atau jembatan untuk bisa memastikan orang bisa berkunjung ke Biak dengan willingness to pay yang moderat, harga terjangkau, dan waktu yang fleksibel," ungkapnya.

Ia menggarisbawahi bahwa pola perjalanan wisata harus terintegrasi dan terkoneksi antar moda transportasi serta antar kawasan.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan Biak Numfor bisa menjadi destinasi utama yang mampu menarik wisatawan baik dari Papua maupun dari seluruh kawasan Pasifik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....