Dokter Subspesialis Layani Operasi Saraf dan Rekonstruksi di RSUD Biak

  • 13 Feb 2026 22:21 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak — Tim dokter ortopedi dan bedah mikro melakukan pelayanan operasi kasus cedera saraf dan rekonstruksi anggota gerak di RSUD Biak Numfor selama empat hari, Selasa hingga Jumat, 10–13 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dokter putra Papua,dr Melvin O.OJakarimilena dengan tim subspesialis dari Surabaya dan Jombang, sebagai upaya mendekatkan prove pelayanan kasus kompleks kepada masyarakat Papua, khususnya wilayah Teluk Saireri.

Tim dipimpin Prof. Dr. Heri Suroto dari Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo yang juga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, bersama dokter subspesialis ortopedi rekonstruksi dan bedah mikro, di antaranya dr. Tabita Prajasari dan dr. Herlambang Budi Mulyono,

Prof. Heri menegaskan kunjungan tim tidak hanya bersifat akademik, tetapi menitikberatkan pada pelayanan langsung kepada pasien.

“Jadi kegiatan kami di sini sebetulnya meliputi tridharma perguruan tinggi, tetapi juga empat dharma karena juga nomor satu adalah pelayanan,” ujarnya.

Menurutnya, kedatangan tim berawal dari komunikasi dengan dokter putra daerah terkait banyaknya kasus cedera saraf dan rekonstruksi di Biak, sementara pasien sering terkendala jarak dan biaya bila harus dirujuk ke Surabaya sebagai pusat rujukan nasional Indonesia timur.

“Sehingga dengan kondisi seperti itu, maka komunikasi dengan Dr. Mervin dan ternyata memang kasus di sini cukup banyak. Sehingga dari situlah kita diskusi, Dr. Mervin menyampaikan ke Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Biak dan mendapat sambutan yang sangat baik, sehingga pada waktu itu kami menyiapkan tim,” katanya.

Selama kegiatan, tim telah melakukan note sedikitnya dua operasi besar. Kasus pertama adalah pasien laki-laki 17 tahun dengan kelumpuhan lengan kiri setelah kecelakaan lalu lintas pada November 2025. Tindakan dilakukan melalui operasi transfer saraf selama sekitar lima jam.

“Kami sudah melakukan transfer saraf kemarin bagaimana kami operasi mulai dari jam 2 siang selesai jam 7 malam, 5 jam. Dan tentunya rumah sakit ini dari sisi kamar operasi sudah sesuai standar,” ucap Prof. Heri.

Kasus kedua adalah patah tulang disertai lepas sendi yang ditangani dengan penyambungan tulang sekaligus rekonstruksi sendi. Tim juga menjadwalkan operasi transfer otot paha ke lengan untuk pasien dengan kelumpuhan total anggota gerak atas, menggunakan teknik bedah mikro.

“Nah ini akan kami lakukan operasi yaitu transfer otot, memindahkan otot paha ke anggota gerak atas. Tujuannya adalah bagaimana dia bisa menggerakkan bahu, menggerakkan siku, menggerakkan pergelangan tangan,” jelasnya.

Jenis kasus yang menjadi fokus pelayanan meliputi cedera saraf pleksus atau kelumpuhan anggota gerak atas, rekonstruksi jaringan lunak dan penutupan luka pascatrauma, serta rekonstruksi tulang dan sendi.

Prof. Heri juga menilai terjadi kemajuan signifikan pada fasilitas operasi di RSUD Biak dibanding kunjungan sebelumnya.

“Tahun 2026 ini, itu kami operasi di kamar operasi yang sudah sesuai standar. Sangat bagus,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi ini menjadi pemicu peningkatan mutu layanan dan penguatan pusat layanan rekonstruksi di Biak.

“Harapan kami adalah kedatangan kami di sini menjadi suatu perangsang atau trigger untuk pertumbuhan yang perkembangan yang lebih bagus,” ujarnya.

Sementara itu, dokter ortopedi putra daerah yang terlibat dalam kegiatan ini berharap pelayanan subspesialis di Papua dapat terus diperkuat melalui dukungan pemerintah daerah, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana prasarana.

“Saya berharap ini menjadi suatu trigger ke depannya, pemerintah bisa melengkapi, baik itu dari SDM,” katanya.

Ia juga menargetkan ke depan Biak dapat berkembang menjadi pusat layanan kasus rekonstruksi dan bedah mikro agar pasien Papua tidak selalu harus dirujuk ke luar daerah.

“Harapan saya nanti ketika saya selesai, juga saya berharap ini bisa menjadi suatu center, kalau bisa, yang bukan hanya saya sendiri bekerja, tetapi mungkin di Papua kita bisa membangun suatu center,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....