Pemberkatan Akhir Tahun 2025 digelar Tzu Chi Biak

  • 07 Feb 2026 20:50 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Penghubung Biak menyelenggarakan acara Pemberkatan Akhir Tahun 2025,bertempat di Swiss Belhotel Cendrawasih Biak,Sabtu 7 Februari 2026. Sebanyak 300 lebih peserta menghadiri kegiatan tersebut

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Penghubung Biak, Susanto Pirono dalam sambutannya mengatakan Master Cheng Yen selalu mengingatkan untuk menanamkan empat nilai utama dalam setiap tindakan yaitu ketulusan,kebenaran, kejujuran,keyakinan, dan kesungguhan.

" Master Cheng Yen mengajarkan bahwa ketulusan adalah sifat hakiki manusia yang harus dijaga.Ketulusan dalam berbuat baik-terutama dalam misi kemanusiaan Tzu Chi dilakukan tanpa pamrih,tanpa kepura-puraan,dan didasari cinta kasih universal.berarti setiap niat dan perbuatan kita lahir dari hati yang murni, tanpa pamrih,"ujar Susanto Pirono  

"Jadilah orang yang tulus dan berperilaku benar,berkeyakinan dan jujur adalah salah satu kata perenungan beliau,sedangkan kebenaran berarti kita menjaga kebenaran dalam ucapan, pikiran, dan tindakan, sehingga setiap langkah kita selaras dengan Dharma,"ucapnya

Susanto Pirono menambahkan untuk  Keyakinan yang dimaksud adalah keyakinan yang kokoh pada ajaran kebenaran,hukum karma,tabur tuai,serta keyakinan pada potensi kebaikan dalam diri setiap manusia. 

"Kita percaya bahwa setiap kebaikan, sekecil apapun, akan membawa perubahan besar bila dilakukan dengan konsisten,sedangkan sungguh-sungguh atau kesungguhan bahwa setiap usaha harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tekun,"ujar Susanto Pirono

Master Cheng Yen menekankan pentingnya membina diri dengan mantap,melenyapkan noda batin,dan melakukan perbuatan baik tanpa ada celah sedikit pun.berarti kita menjalankan setiap amanah dengan kesungguhan hati, penuh tanggung jawab, dan tidak berpura-pura.  Nilai-nilai ini adalah fondasi yang membuat gerakan Tzu Chi tetap kokoh, sekalipun menghadapi gelombang tantangan zaman.  

Susanto Pirono menyebutnkini Tzu Chi telah berusia 60 tahun,semangat awal dari celengan bambu,bermula dari 50 sen yang penuh ketulusan,harus tetap dijaga dan dihidupi.

"Filosofi "Celengan Bambu Tzu Chi" menjadi pengingat yang sangat berharga,dari celengan bambu sederhana yang diisi dengan sedikit demi sedikit, lahirlah kekuatan besar yang mampu menolong banyak orang. Celengan bambu mengajarkan bahwa kebajikan tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar; cukup dengan ketulusan hati dan konsistensi, maka setetes demi setetes akan menjadi samudra kebaikan,"ujar Susanto. 

Sementara itu,Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Penghubung Biak sepanjang tahun 2025, telah berusaha menyalakan pelita kasih melalui berbagai kegiatan,baik dari misi amal,misi kesehatan, misi pelestarian lingkungan

Untuk Misi Amal.terdapat 16 pasien penerima bantuan pengobatan,500 paket sembako Bakti Sosial Pulau Pasi,562 Paket Sekolah Pulau Pasi

216 Paket Sembako Bakti Sosial Sepse.Selain itu

300 Paket Sembako Idul Fitri,313 Paket Sembako Natal Kampung Ruar,270 Paket Bingkisan Anak Kampung Ruar,56 Paket Bingkisan Anak SD Dofyo Wafor dan 116 Paket Kebersihan Warga Binaan Lapas.

Untuk Misi Kesehatan yaitu 206 kolf/kantong darah,4 kali kegiatan sosial  donor darah 68 pasien Bakti Sosial 17 Agustus 2025 di Pulau Pasi dan 283 pasien Bakti Sosial di Kampung Sepse.

Sedangkan Misi Pelestarian Lingkungan.yakni 53 Ton atau 53,597 kilogram pengiriman kardus atau karton daur ulang ke Surabaya, penanaman 600 bibit Bakau/Manggrove  di Kampung Ruar.

"Kami juga mendampingi saudara-saudara yang sakit,memberi perhatian kepada yang membutuhkan bantuan, mendukung pendidikan anak-anak, serta menjaga kelestarian lingkungan,"ujar Susanto Pirono

"Kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh relawan, donatur, staf badan misi, atas dedikasi yang telah diberikan sepanjang tahun dan  pemberkatan akhir tahun menjadi ruang yang berharga untuk berkumpul, bersyukur, dan saling menguatkan,"ucapnya.

Susanto Pirono menambahkan tahun 2026 adalah lembaran baru dan diharapkan semua senantiasa diberkahi dengan kesehatan, kebahagiaan, dan kekuatan untuk terus menebarkan cinta kasih.

"Mari genggam kesempatan dan waktu biarlah setiap tindakan kita menjadi doa, setiap senyuman menjadi cahaya, dan setiap kepedulian menjadi jembatan menuju dunia yang lebih harmonis,"ujarnya

"Dengan hati penuh syukur, mari kita jadikan tahun 2026 sebagai tahun penuh semangat, pertumbuhan, dan keberkahan. Semoga cinta kasih yang kita tanam hari ini tumbuh menjadi pohon kebaikan yang menaungi banyak orang di masa depan, sebagaimana filosofi celengan bambu yang sederhana namun melahirkan kekuatan besar,",ucapnya

Pemberkatan akhir tahun diisi dengan bahasa isyarat tangani.atau Shou Yu, tari Aku Papua dan diakhiri dengan  penuangan celengan dari tamu undangan maupun relawan Tzu Chi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....