Tetap Ngopi di Bulan Ramadan? Ini Trik agar Tidak Dehidrasi
- 27 Feb 2026 17:19 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari rutinitas harian. Saat Ramadan tiba, kebiasaan ini tentu perlu disesuaikan agar puasa tetap lancar dan kondisi tubuh tetap terjaga. Lalu, bagaimana cara mengatur konsumsi kopi selama berpuasa agar tetap aman?
Pada dasarnya, orang dewasa yang sehat masih boleh mengonsumsi kopi saat Ramadan. Namun, ada aturan penting yang perlu diperhatikan. Kafein memiliki efek cukup kuat bagi tubuh, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong. Karena itu, waktu dan jumlah konsumsi menjadi faktor utama yang harus diperhitungkan.
Memahami cara kerja kafein akan membantu Anda menentukan momen terbaik untuk menikmati kopi tanpa memicu gangguan pencernaan atau dehidrasi. Mengutip fimela.com, berikut panduan yang bisa dijadikan acuan.
1. Strategi Aman Mengonsumsi Kopi Saat Puasa
Kafein dikenal mampu meningkatkan fokus dan energi. Namun, sifat diuretiknya dapat membuat tubuh lebih sering buang air kecil, sehingga berisiko menyebabkan kekurangan cairan. Selain itu, kopi juga dapat merangsang produksi asam lambung.
Setiap orang memiliki respons berbeda terhadap kafein. Bagi penderita maag atau GERD, konsumsi kopi saat puasa perlu lebih berhati-hati. Jika memiliki riwayat gangguan lambung, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis. Kunci utamanya adalah moderasi. Mengurangi frekuensi dan tidak meminum kopi secara berlebihan sangat penting agar tubuh tetap nyaman selama berpuasa.
2. Minum Kopi Saat Sahur: Perlu Pertimbangan
Sebagian orang memilih kopi saat sahur untuk membantu tetap terjaga dan berenergi. Memang, kafein dapat meningkatkan kewaspadaan dan memperbaiki suasana hati. Namun, minum kopi saat sahur juga memiliki risiko.
| Baca juga: SD Yapis 1 Biak Gelar Gema Ramadan Berbagi |
Efek diuretiknya dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh selama puasa. Jika diminum saat perut kosong, kopi bisa memicu perih atau mual akibat peningkatan asam lambung. Konsumsi berlebihan juga berpotensi menyebabkan jantung berdebar dan mengganggu kualitas tidur.
Jika tetap ingin minum kopi saat sahur, lakukan dengan cara berikut:
- Minum air putih terlebih dahulu dalam jumlah cukup.
- Batasi maksimal satu cangkir.
- Konsumsi setelah makan, bukan sebelum.
- Pilih kopi dengan tingkat keasaman lebih rendah.
- Sertakan buah tinggi kandungan air untuk membantu hidrasi.
3. Minum Kopi Saat Berbuka: Jangan Terburu-buru
Setelah seharian berpuasa, secangkir kopi memang terasa menggoda. Namun, meminumnya langsung saat perut kosong dapat memicu naiknya asam lambung.
Sebaiknya awali berbuka dengan air putih dan makanan ringan terlebih dahulu. Setelah jeda sekitar satu hingga dua jam dan perut sudah terisi, barulah menikmati kopi. Hindari konsumsi terlalu malam agar tidak mengganggu waktu tidur. Batasi konsumsi harian maksimal satu hingga dua cangkir dan tetap imbangi dengan asupan cairan yang cukup.
4. Perhatikan Dampak Kafein bagi Tubuh
Selama puasa, tubuh lebih sensitif terhadap perubahan pola makan dan minum. Kafein dapat menyebabkan:
- Dehidrasi jika tidak diimbangi cairan cukup
- Peningkatan asam lambung
- Gangguan tidur
- Gejala putus kafein seperti sakit kepala jika dihentikan mendadak
Untuk menjaga hidrasi, prioritaskan air putih. Pola 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas di antara berbuka dan sahur, dua gelas saat sahur) bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.
Yang terpenting, dengarkan respons tubuh. Jika muncul keluhan seperti perut tidak nyaman atau jantung berdebar, sebaiknya hentikan konsumsi kopi. Bagi penderita kondisi tertentu seperti maag, GERD, atau hipertensi, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum tetap melanjutkan kebiasaan minum kopi saat Ramadan.
Dengan pengaturan yang tepat, Anda tetap bisa menikmati kopi tanpa mengorbankan kesehatan maupun kelancaran ibadah puasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....