Semarak Ramadan, UMK Biak Bangkit lewat Takjil
- 20 Feb 2026 13:34 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak – Suasana berbeda terasa di Pasar Fandoi, Distrik Biak Kota, Kamis 19 Februari 2026 Sejak pukul 14.00 WIT, satu per satu lapak mulai dipadati warga yang berburu menu berbuka puasa. Aroma gorengan hangat, manisnya kolak, hingga segarnya aneka minuman tradisional bercampur menjadi satu, menandai semarak Pasar Takjil Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Biak Numfor.
Sebanyak 34 pelaku usaha mikro kecil (UMK) ambil bagian dalam pasar takjil yang digelar sepanjang bulan Ramadan ini. Di bawah terik matahari sore yang perlahan meredup, para pedagang tampak sibuk melayani pembeli. Ada yang menata kue basah berwarna-warni, ada pula yang meracik es cendol dengan tambahan gula merah dan santan yang menggoda.
Koordinator Pasar Takjil Ramadan 1447 H Biak, Hajjah Hasbiah Rasyid, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar menghadirkan sajian berbuka puasa, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMK lokal untuk bertumbuh.
“Iya, ini untuk penyajian berbuka puasa, tapi tidak mutlak untuk berbuka puasa saja. Siang-siang juga sudah banyak, yang non-Muslim sudah pada belanja,” ujarnya.
Menurutnya, keberagaman kuliner menjadi daya tarik utama. Mulai dari kue basah, kue asin, lauk-pauk siap saji, es buah, pisang ijo, hingga aneka minuman segar tersedia dengan harga terjangkau.
“Harga-harga di sini berbagai macam. Ada yang paling minimal Rp2 ribuan sampai ada yang Rp10 ribuan, Rp15 ribu. Aneka banyak harga, bermacam-macam harga. Makanan juga banyak, lauk-lauk juga lengkap di sini. Dari es-es, pisang ijo, kue-kue basah, kue asin, ada semua,” jelas Hasbiah.
Di salah satu sudut pasar, Hanafin terlihat sigap melayani pembeli yang terus berdatangan. Di atas mejanya tersusun rapi panada, tahu isi, nasi bakar, hingga cendol dan kurma.
“Di sini ada jual macam-macam kue. Termasuk ada kue panada, kue tahu isi, nasi bakar. Harganya ada yang Rp2.000, ada yang Rp2.500, ada yang Rp3.000. Cendol ini harga Rp10.000, dengan kurma Rp20.000, macam-macam harganya,” ucapnya
Tak hanya pedagang yang merasakan berkah Ramadan, para pengunjung pun menyambut antusias kehadiran pasar takjil ini. Ica, salah satu warga yang datang bersama teman-temannya, mengaku senang bisa kembali merasakan suasana berburu takjil.
“Tentu excited ya, karena kita akan war takjil di pasar Ramadan ini, dan sore ini terlihat rame dan dipenuhi dengan jajanan takjil, menjadi target utama bagi kita,” ujarnya.
Lebih dari sekadar tempat berbelanja, Pasar Takjil Ramadan di Pasar Fandoi menjadi ruang perjumpaan masyarakat lintas latar belakang. Di tengah kesibukan memilih menu berbuka, terjalin percakapan hangat antara penjual dan pembeli, memperkuat kebersamaan di bulan suci.
Kehadiran puluhan pelaku UMK ini tak hanya memudahkan warga mendapatkan sajian berbuka puasa, tetapi juga menjadi denyut penggerak ekonomi lokal di Kabupaten Biak Numfor. Ramadan pun tak sekadar menghadirkan nuansa spiritual, melainkan juga membawa harapan dan rezeki bagi para pelaku usaha kecil di tanah Papua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....