Niat Puasa Ramadhan Dilakukan Kapan? Berikut Panduannya.

  • 15 Feb 2026 18:44 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Menjelang bulan suci Ramadhan, umat Islam mulai mempersiapkan berbagai hal, mulai dari kebutuhan sahur hingga jadwal ibadah. Di antara persiapan tersebut, memahami niat puasa menjadi hal mendasar yang sering kembali dipelajari. Meski tampak sederhana, niat merupakan fondasi utama yang membedakan puasa sebagai ibadah dengan sekadar menahan lapar dan dahaga.

Dalam ajaran Islam, niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari, sejak setelah waktu Maghrib hingga sebelum terbit fajar. Niat tidak harus diucapkan secara lisan, karena letaknya di dalam hati. Namun, banyak orang tetap melafalkan bacaan niat sebagai cara untuk memantapkan kesungguhan dalam beribadah keesokan harinya.

Dikutip dari MUI Digital, Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam karyanya, Hasyiyatul Iqna’, menjelaskan sebagai berikut: “Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits.” (Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, juz 2)

Namun menurut Mazhab Maliki, kita cukup niat puasa untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadhan. Sehingga tidak perlu memperbarui niat di setiap harinya, dengan alasan puasa Ramadhan itu merupakan satu kesatuan ibadah. (Yusuf Al-Qaradlawi, Fiqh al-Shiyam, hal. 84). Maka dari itu, sebagai bentuk kehati-hatian dan antisipasi jika kita lupa atau ketiduran, kita boleh mengikuti pendapat Imam Malik untuk berniat sebulan penuh.

Kemudian sebagaimana pendapat Mazhab Syafii, kita juga harus membiasakan diri untuk selalu berniat puasa di setiap malam bulan Ramadhan. Biasanya ini dilakukan setiap selesai shalat tarawih atau ketika makan sahur.

Adapun bacaan niat puasa Ramadhan, sebagai berikut:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”

Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh, sebagai berikut:

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....