Sejarah Shalat Tarawih Tradisi dari Zaman Kerajaan hingga Modern yang Masih Dilestarikan
- 23 Mar 2025 06:49 WIB
- Biak
KBRN Biak, Shalat tarawih merupakan ibadah yang khas di bulan Ramadan dan telah menjadi tradisi umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Namun, tahukah Anda bahwa sejarah tarawih di Indonesia telah berlangsung sejak zaman kerajaan. Berikut ulasan lengkapnya,bersama CENTREA.
Tarawih di Era Kerajaan Islam
Sejarah tarawih di Indonesia berawal sejak Islam mulai menyebar pada abad ke-13. Kerajaan Samudera Pasai menjadi salah satu yang pertama mengenalkan Islam di Nusantara.
Saat itu, para ulama dari Timur Tengah membawa ajaran Islam, termasuk tradisi shalat tarawih.
Pada masa Kesultanan Demak dan Mataram Islam, tarawih semakin berkembang dengan adanya pengaruh ulama Wali Songo.
Sunan Kalijaga dikenal sebagai tokoh yang menggunakan pendekatan budaya dalam menyebarkan Islam, termasuk mengajak masyarakat melaksanakan shalat tarawih dengan pendekatan khas Nusantara.
Perkembangan di Masa Kolonial
Saat penjajahan Belanda, umat Islam tetap menjalankan tarawih meskipun dalam kondisi yang penuh keterbatasan.
Masjid-masjid tetap menjadi pusat ibadah dan syiar Islam. Pada masa itu, muncul perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat tarawih, apakah 8 atau 20 rakaat, yang masih terjadi hingga sekarang.
Tarawih di Era Modern
Seiring berkembangnya zaman, tarawih tetap menjadi bagian penting dari bulan Ramadan.
Kini, pelaksanaannya semakin beragam, mulai dari yang dilakukan di masjid dengan lantunan ayat yang merdu hingga yang disiarkan secara langsung di televisi dan media digital.
Selain itu, berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi unik saat tarawih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....