KBRN, Biak : Umat Islam di seluruh dunia menjalani ibadah puasa Ramadan dengan penuh keimanan dan ketakwaan. Salah satu momen yang dinantikan adalah saat berbuka puasa, di mana umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa sebelum menikmati hidangan berbuka. Sebelumnya, penting untuk diketahui, puasa merupakan momen di mana doa kita berpeluang lebih besar dikabulkan Allah SWT. Hal ini berdasarkan hadist berikut:
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: seorang pemimpin yang adil, seorang yang berpuasa saat berbuka dan doa orang yang terzalimi, doanya diangkat di atas awan dan pintu-pintu langit dibukakan,” (HR. Tirmidzi no. 2449)
Terkait doa saat berbuka, Imam al-Nawawi (w. 676 H.) dalam karyanya al-Adzkar menampilkan 5 ragam doa.
Pertama, doa yang berasal dari riwayat Abu Daud dari Sahabat Ibnu Umar ra., bahwa Rasulullah ketika berbuka puasa berdoa dengan membaca:
(Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah)
Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2010)
Kedua, masih riwayat Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah, ia bercerita bahwa Rasulullah pernah berdoa saat berbuka puasa, sebagai berikut:
(Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu)
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)
Di masyarakat kita, doa ini ada tambahannya, dan ini tidak masalah. Sebab sekali lagi, doa tidak terbatas pada riwayat. Kita dibebaskan mengekspresikan doa selama itu baik. Tambahan tersebut yakni:
(Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin)
Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”
| Baca juga: Fakta Menarik tentang Lambung saat Berpuasa |
Ketiga, riwayat dari Ibnu Sunni dari Mu’adz bin Zahrah:
(Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu)
Artinya:” Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.” (HR. Ibnu Sunni)
Keempat, masih riwayat dari Ibnu Sunni, tapi dari Sahabat Ibnu Abbas:
(Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim)
Artinya: “Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR: Ibnu Sunni)
Kelima, doa berdasarkan riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni, dari Ibnu Umar yang berdoa:
(Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii)
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”
(Lihat selengkapnya: al-Nawawi, al-Adzkar, hlm. 190)
Keutamaan membaca doa berbuka puasa adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan setelah menahan lapar dan haus sepanjang hari. Selain itu, waktu berbuka puasa juga merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa, sehingga umat Muslim dianjurkan untuk memohon kebaikan dan keberkahan.
Di berbagai daerah, suasana berbuka puasa selalu menjadi momen yang penuh kebersamaan. Banyak umat Muslim yang berbuka bersama keluarga, kerabat, maupun di masjid-masjid dengan hidangan khas Ramadan, seperti kurma dan takjil manis.
Dengan membaca doa berbuka dan bersyukur atas rezeki yang diberikan, diharapkan umat Muslim dapat meraih keberkahan dan pahala yang berlimpah di bulan suci Ramadan ini.
Demikian ragam doa berbuka puasa. Tidak perlu khawatir dan risau mana riwayat paling sahih. Kelima doa di atas dapat kita baca ketika berbuka puasa. Rasa-rasanya memang berat bila kelima bacaan di atas kita panjatkan sekaligus saat berbuka. Solusinya tinggal pilih salah satu atau dua doa di atas yang paling nyaman, paling mudah kita hafal dan baca. Wallahu A’lam..
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....