September 2026, Indonesia Puncaki Emisi Karbon Kebakaran Dunia
- 15 Sep 2026 21:24 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Indonesia tercatat menjadi negara dengan emisi karbon dari kebakaran hutan dan lahan tertinggi di dunia pada awal September 2026. Berdasarkan data Fire Emissions Watch yang dikembangkan oleh Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) milik Uni Eropa, emisi kebakaran Indonesia pada 1–7 September 2026 mencapai sekitar 19,7 juta metrik ton, atau lebih dari sepertiga total emisi kebakaran global pada periode tersebut.
Mengutiplaman Reuters, lonjakan emisi tersebut terutama berasal dari kebakaran yang terjadi di wilayah Kalimantan dan Sumatra, termasuk kawasan hutan dan lahan gambut. Kondisi cuaca yang sangat panas dan kering akibat fenomena El Niño yang kuat turut membuat vegetasi lebih mudah terbakar dan api lebih sulit dikendalikan. Copernicus sebelumnya telah memperingatkan bahwa musim kebakaran di Indonesia pada 2026 berpotensi lebih intens dibandingkan kondisi normal.
Data Copernicus juga menunjukkan besarnya peningkatan dibandingkan kondisi musiman. Emisi kebakaran Indonesia pada pekan tersebut disebut sekitar 273 persen lebih tinggi dari rata-rata musiman dan telah melampaui Rusia yang sebelumnya berada di posisi teratas. Kondisi ini menjadi perhatian karena musim kebakaran Indonesia masih berlangsung, dengan periode kebakaran musiman umumnya terjadi hingga sekitar Oktober.
Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan emisi karbon dan perubahan iklim, tetapi juga kualitas udara serta kesehatan masyarakat. Asap kebakaran telah menyebabkan kualitas udara memburuk di sejumlah wilayah dan mengganggu aktivitas masyarakat. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan kasus gangguan pernapasan meningkat tajam pada awal September, sementara jutaan warga di sejumlah provinsi turut terpapar asap dan kabut akibat kebakaran.
Besarnya emisi tersebut menjadi pengingat bahwa pengendalian kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan gambut, membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan. Copernicus menjelaskan bahwa lahan gambut dapat membuat api terus membara di bawah permukaan sehingga sulit dideteksi dan dipadamkan. Dengan kondisi El Niño yang masih memengaruhi cuaca, upaya pencegahan, pemadaman, perlindungan masyarakat dari asap, serta pengawasan kawasan rawan kebakaran menjadi semakin penting untuk mencegah situasi memburuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....