Indonesia Memasuki Era “Aging Population”

  • 02 Sep 2026 17:28 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak — Indonesia mulai memasuki fase ageing population seiring meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia (lansia). Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025) Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk berusia 60 tahun ke atas telah mencapai 11,97 persen dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut telah melampaui batas 10 persen yang menjadi salah satu indikator struktur penduduk memasuki fase penuaan.

Melansir laman BPS, perubahan struktur penduduk tersebut tidak hanya menunjukkan meningkatnya usia harapan hidup, tetapi juga membawa tantangan baru bagi keluarga dan pemerintah. Bertambahnya jumlah lansia berarti kebutuhan terhadap layanan kesehatan, jaminan sosial, perawatan jangka panjang, serta dukungan ekonomi bagi kelompok usia lanjut akan semakin besar. BPS sendiri menyebut fenomena ageing population sebagai perkembangan demografi yang perlu diantisipasi melalui kebijakan yang tepat agar peningkatan jumlah lansia tetap menjadi peluang, bukan beban pembangunan.

Di tingkat keluarga, kondisi ini berpotensi memperbesar jumlah generasi sandwich, yakni kelompok usia produktif yang harus memenuhi kebutuhan anak sekaligus membantu memenuhi kebutuhan orang tua yang telah lanjut usia. Ketika jumlah lansia terus meningkat sementara usia produktif harus menopang kebutuhan beberapa generasi, tekanan ekonomi dan waktu bagi keluarga berpotensi semakin besar. Situasi tersebut dapat mendorong semakin pentingnya sistem perlindungan sosial dan skema perawatan lansia yang tidak sepenuhnya bergantung pada keluarga.

Fenomena penuaan penduduk juga terjadi di berbagai daerah dengan tingkat yang berbeda-beda. Data BPS menunjukkan, misalnya, Jawa Tengah telah berada dalam fase ageing population dengan proporsi lansia mencapai 14,43 persen berdasarkan hasil SUPAS 2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan penuaan penduduk bukan lagi persoalan yang akan datang, melainkan telah menjadi bagian dari realitas demografi Indonesia saat ini.

Dengan masuknya Indonesia ke era ageing population, pemerintah perlu memperkuat kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan lansia, tetapi juga mengurangi beban generasi produktif. Penyediaan layanan kesehatan dan perawatan lansia, jaminan sosial, lingkungan yang ramah lansia, serta kebijakan ketenagakerjaan yang mendukung keseimbangan kehidupan keluarga menjadi semakin penting. Data SUPAS 2025 menjadi sinyal bahwa Indonesia perlu menyiapkan masyarakat menghadapi perubahan struktur umur penduduk agar bonus demografi tidak berhenti pada peningkatan jumlah penduduk produktif, tetapi berlanjut menjadi masyarakat yang tetap sejahtera ketika memasuki usia lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....