Sarjana yang Menganggur di Indonesia Tembus 1 Juta Jiwa

  • 27 Agt 2026 19:20 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran lulusan universitas pada Februari 2026 mencapai 1.010.652 orang, atau menembus angka 1 juta jiwa. Angka tersebut tercatat dalam tabel pengangguran terbuka menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan BPS.

Di sisi lain, kondisi ketenagakerjaan nasional secara umum menunjukkan perbaikan. BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 sebesar 4,68 persen, turun 0,08 persen poin dibandingkan Februari 2025. Jumlah angkatan kerja mencapai 154,91 juta orang, sementara penduduk yang bekerja sebanyak 147,67 juta orang.

Tingginya jumlah pengangguran lulusan universitas menunjukkan bahwa gelar pendidikan tinggi belum selalu menjamin seseorang langsung terserap ke dunia kerja. Persaingan mendapatkan pekerjaan, kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri, serta perubahan kebutuhan pasar tenaga kerja menjadi sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan. Karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja.

Data tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Penguatan keterampilan praktis, peningkatan hubungan antara kampus dan industri, serta pengembangan kompetensi digital dan kewirausahaan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas peluang kerja bagi lulusan perguruan tinggi. BPS sendiri telah menerbitkan Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia Februari 2026 yang menyajikan gambaran kondisi ketenagakerjaan berdasarkan hasil Sakernas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....