Pesparawi Nasional ke-14 Resmi Ditutup Sulut Juara Umum

  • 29 Jun 2026 07:13 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak- Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Nasional ke-14 Tahun 2026 di Papua Barat ditutup secara resmi oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasarudin Umar pada Minggu, 28 Juni 2026 bertempat di Ruang Terbuka Publik Borarsi.

Ajang ini menampilkan keberagaman suku, bahasa, budaya, dan latar belakang sosial dari seluruh Indonesia, sekaligus menekankan pentingnya toleransi, persatuan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasarudin Umar dalam sambutanya mengatakan, Pesparawi tidak hanya menonjolkan aspek kesemarakan semata, tetapi juga dilengkapi dengan aspek penghayatan dan pendalaman makna agama.

Selama 10 hari, berbagai kontingen dari pelosok tanah air menampilkan yang terbaik. Kemajemukan itu disebut melebur menjadi satu bingkai persaudaraan sejati.

"Simfoni kehidupan yang indah kita saksikan. Kemajemukan suku, bahasa, budaya, dan latar belakang sosial berjalan beriringan. Harmoni sejati tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari perbedaan," ujar Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasarudin Umar

Menteri Agama.

Nasarudin menyebut bangsa membutuhkan lebih banyak wadah perjumpaan positif seperti Pesparawi, karena dapat mempererat persaudaraan, menumbuhkan gotong royong, dan membangkitkan kesadaran kolektif untuk merawat kebhinekaan

Malam penutupan juga menjadi momen evaluasi dewan juri. Namun ia menegaskan tidak ada yang kalah di Pesparawi.

semua yang mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk berlatih dan melantunkan pujian adalah pemenang sejati.

Untuk kontingen peraih prestasi tinggi, ia mengucapkan selamat. "Semoga menjadi pemicu semangat pelayanan yang lebih tinggi, dan bagi yang belum membawa pulang piala, jangan berkecil hati, karena kehadiran kontingen membawa misi perdamaian, persatuan, dan pelestarian alam.

Nasarudin Umar atas nama Pemerintah Republik Indonesia dan Kementerian Agama, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, LPPN, panitia, TNI-Polri, pemimpin gereja, relawan, dan seluruh pihak, yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pesparawi tingkat Nasional ke- 14 sehingga berjalan lancar dan dan sukses.

"Segala pengorbanan, kerja keras, dan pengabdian tulus dicatat sebagai amal bakti dan menjadi berkat bagi bangsa, Ia menutup dengan doa dan salam persaudaraan. "Sampai jumpa pada Pesparawi Nasional ke-15 tahun 2029 mendatang di Provinsi Sulawesi Tengah," ujarnya.

Sementara Ketua Harian Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional ke-14 Tahun 2026, Dr. Ir. Jacob Fonataba dalam laporannya mengatakan, Pesparawi bertujuan membangun kreativitas seni budaya, meningkatkan mutu paduan suara, serta melestarikan budaya bangsa.

"Ajang ini melibatkan 38 provinsi dengan 6.182 peserta dalam 12 kategori lomba yang tersebar di empat venue, dengan Total anggaran kegiatan mencapai Rp65,3 miliar bersumber dari APBN dan APBD," ujar Jacob

Jacob.

Dari 12 kategori yang dilombakan, vokal grup dan musik pop gerejawi diikuti 28 provinsi, Solo anak usia 8-10 tahun dan 11-15 tahun diikuti 36 provinsi. Solo remaja putri 34 provinsi, dan solo remaja putra 32 provinsi.

Paduan suara remaja pemuda, wanita, dan pria masing-masing diikuti 26 provinsi. Paduan suara dewasa campuran diikuti 33 provinsi, musik gereja Nusantara 21 provinsi, dan paduan suara anak 22 provinsi.

Total kekuatan peserta mencapai 6.182 orang, dari perhitungan awal 456 orang.

Pada ajang ini, Kontingen Provinsi Sulawesi Utara berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih predikat juara Umum pada Pesparawi tingkat Nasional di Manokwari Provinsi Papua Barat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....