UNDP: Indonesia Contoh Pembangunan Berkelanjutan di Asia Pasifik
- 24 Jun 2026 11:18 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Di tengah tantangan perubahan iklim, ilangnya keanekaragaman hayati, dan kebutuhan untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, Indonesia dinilai menunjukkan bahwa pembangunan yang menggabungkan kemajuan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan inklusi sosial bukan sekadar cita-cita, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan. Pandangan tersebut menjadi pesan utama yang disampaikan Asisten Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus Direktur Regional UNDP untuk Asia dan Pasifik Kanni Wignaraja dalam kunjungan resminya pada 18-23 Juni 2026 ke Indonesia.
Mengutip laman liputan6.com Kunjungan tersebut menegaskan kembali komitmen UNDP untuk mendukung upaya Indonesia dalam memajukan pembangunan berkelanjutan, memperkuat ketahanan iklim, dan memperluas peluang bagi masyarakat di seluruh kepulauan Indonesia. Pada saat yang sama, rangkaian pertemuan dan kunjungan lapangan memperlihatkan bagaimana pengalaman Indonesia semakin diperhatikan sebagai referensi bagi negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik.
"Indonesia menunjukkan bagaimana kemajuan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan inklusi sosial dapat berjalan beriringan," ujar Kanni seperti dikutip dari rilis UNDP Indonesia. "Di saat negara-negara di kawasan mencari jalan menuju pertumbuhan berkelanjutan, pengalaman Indonesia memberikan pelajaran penting tentang nilai kemitraan, inovasi, dan investasi jangka panjang."
Selama berada di Indonesia, Kanni bertemu dengan pejabat pemerintah, pemimpin ASEAN, perwakilan pemuda, pelaku konservasi, mitra pembangunan, dan sektor swasta untuk membahas berbagai prioritas pembangunan nasional serta peran Indonesia yang semakin penting dalam membentuk agenda pembangunan berkelanjutan di kawasan. Pembahasan di Jakarta melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Dewan Ekonomi Nasional. Berbagai isu strategis menjadi perhatian, mulai dari aksi iklim dan konservasi keanekaragaman hayati hingga ekonomi biru, sistem pangan, transformasi digital, ekonomi sirkular, dan pembiayaan pembangunan.
Sejumlah kunjungan lapangan di Sumatra Utara memberikan gambaran mengenai bagaimana agenda pembangunan tersebut diterjemahkan di tingkat lokal. Di Medan, Kanni bertemu dengan wali kota Medan dan para pemimpin daerah sebelum mengunjungi berbagai inisiatif berbasis komunitas. Kunjungan itu juga melibatkan perwakilan Kementerian Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dan otoritas taman nasional. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun. Di sana, ia berdialog dengan para pekerja sampah dan anggota komunitas yang mengembangkan praktik pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah sebagai upaya memperbaiki pengelolaan lingkungan sekaligus mendukung mata pencaharian masyarakat.
Pengalaman di Medan menunjukkan bagaimana inovasi sederhana di tingkat komunitas dapat berkontribusi terhadap tujuan pembangunan yang lebih luas, termasuk penguatan ekonomi sirkular dan pembangunan kota yang lebih tangguh. Dari Medan, perjalanan berlanjut ke kawasan Gunung Leuser, salah satu ekosistem paling penting di Asia Tenggara. Di Tangkahan dan Bukit Lawang, Kanni bertemu dengan otoritas konservasi, penjaga hutan, dan masyarakat yang terlibat dalam perlindungan keanekaragaman hayati sekaligus pengembangan mata pencaharian berkelanjutan.
Ia melihat bagaimana pengelolaan berbasis komunitas membantu mengubah kawasan yang sebelumnya terdampak penebangan liar menjadi contoh konservasi dan ekowisata yang kini dikenal luas.
"Dari komunitas perkotaan yang mengelola sampah, para relawan forest rangers yang menjaga hutan dan satwa liar, contoh-contoh yang kami lihat di Sumatra Utara menunjukkan bahwa kemajuan yang berkelanjutan dimulai dari tingkat lokal"Ketika masyarakat diberdayakan dan didukung, ide serta solusi mereka dapat memberikan dampak jauh melampaui lingkungan sekitarnya" Ucap Kanni mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....