Bupati Biak : MBG Jawaban Atas Ketimpangan Kualitas Pendidikan
- 04 Mei 2026 16:51 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra mengemukakan, pendidikan merupakan pelayanan dasar yang wajib dikawal bersama baik, pemerintah, keluarga, masyarakat, dan media sesuai amanat konstitusi UUD 1945,
Diakui, persoalan pendidikan tidak mudah diselesaikan dalam waktu singkat, karena sifatnya dinamis serta menuntut adaptasi terus-menerus terhadap perkembangan teknologi, sosial, dan kebutuhan dunia kerja, namun Pemerintah Daerah bekomitmen memberikan perhatian prioritas terhadap kemajuan pendidikan di daerah.
"Kami pemerintah daerah secara terus menerus melakukan evaluasi terhadap penyebara tenaga guru agar tidak terjadi penumpukan di 1-2 sekolah, melainkan dibagi secara adil dan merata ke semua satuan pendidikan di Kabupaten Biak Numfor," ujar Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra usai upacara Hardiknas pada Senin, 4 Mei 2026.

Lebih lanjut Bupati Markus mengatakan, peningkatan mutu pendidikan, tidak hanya ditentukan melalui kurikulum maupun kemampuan guru dalam mengajar semata, tetapi juga melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) siswa dapat nutrisi yang baik, secara langsung meningkatkan fokus dan kemampuan kognitif siswa dalam menerima pelajaran.
Selain itu, juga membantu mengatasi masalah kesehatan dan gizi buruk, yang menjadi kendala dasar dalam proses belajar serta melalui program ini, nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan empati siswa diperkuat.
"Program MBG ini juga, menjadi jawaban atas ketimpangan kualitas pendidikan, memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak untuk belajar dalam kondisi sehat, terutama tidak lapar saat belajar," ujarnya.
Menurut Bupati, program ini sangat bermanfaat bagi anaka- anak yang jauh dari pusat perhatian pemerintah, seperti distrik-distrik dii wilayah luar kota dan kepulauan, karena kebanyakan mereka tidak sarapan sebelum ke-sekolah, bahkan tidak memiliki uang jajan, akibat kondisi ekonomi keluarga terbatas, sehingga mereka baru sarapan setelah pulang sekolah.
Disisi lain para pelajar harus menempuh jarak 2 hingga 3 jam berjalan kaki ke sekolah dengan perut kosong, seperti di Pulau Numpfor dan wilayah terpencil lainnya, sehingga program Makan Bergizi Gratis ini sangat baik untuk gizi dan kesiapan fisik serta jiwa anak-anak dalam menerima ilmu.
Selaku Bupati Markus Mansnembra berharap ke depan pemerintah pusat mengevaluasi program MBG ini, agar lebih awal dijalankan di daerah luar kota ketimbang di wilayah kota.
Kepada pemerintah pusat diharapkan dapat melihat hal ini dan memberikan kewenangan kepada daerah karena daerah lebih memahami persoalan di lapangan.
"Manajemen dari pusat yang melalui tahapan-tahapan dan sisi penganggaran bisa menyebabkan program tidak maksimal sampai di lapangan," ucap Bupati
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....