Soal Kebijakan WFH, Purbaya: Akan Segera Diumumkan
- 25 Mar 2026 17:54 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Pemerintah memastikan kebijakan work from home (WFH) akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut keputusan sudah diambil, meski bukan dirinya yang akan menyampaikan ke publik. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sebelumnya kebijakan WFH ditargetkan dapat menekan konsumsi BBM hingga 20 persen. Terkait hal ini, Purbaya mengakui ada perhitungan yang memperkirakan penurunan, tetapi hal itu tidak bersifat pasti.
"Kalau saya paksa 20 persen bisa saja. Kemarin ada hitungan siapa juga sekitar segitu kok. Cuma begini, kalau saya WFH, ternyata ekonomi larinya kenceng, lebih kenceng dari dugaan kita, enggak apa juga,” jelasnya. Demikian menutip laman liputan.com.
Dia menuturkan, dampak kebijakan tersebut tidak bisa dilihat secara parsial. Ia menilai, jika aktivitas ekonomi justru meningkat, penerimaan negara juga berpotensi ikut naik. Ia menambahkan, peningkatan aktivitas ekonomi dapat berdampak positif pada bisnis hingga penerimaan pajak. Purbaya menekankan, pendekatan yang digunakan dalam melihat dampak kebijakan adalah secara menyeluruh. Terkait pelaksanaan WFH pada hari Jumat seperti yang disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Purbaya menilai pemilihan hari tersebut mempertimbangkan dampak paling kecil terhadap produktivitas. Meski demikian, ia belum dapat memastikan apakah kebijakan tersebut akan bersifat wajib bagi sektor swasta.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kebijakan work from home (WFH) satu hari yang direncanakan pemerintah berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan. Menurut Purbaya, berdasarkan perhitungan kasar, penghematan BBM dari kebijakan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20%. Namun, ia menegaskan angka tersebut bukan hasil perhitungannya secara langsung dan masih bersifat estimasi awal. Meski demikian, ia mengakui penerapan WFH tidak sepenuhnya efektif untuk semua jenis pekerjaan. Beberapa aktivitas dinilai tetap membutuhkan kehadiran fisik di kantor agar dapat berjalan optimal. Purbaya menambahkan, jika kebijakan WFH diterapkan pada Jumat, akan tercipta pola akhir pekan yang lebih panjang. Hal ini dinilai dapat memberikan dampak tambahan, tidak hanya pada penghematan energi, tetapi juga pada peningkatan aktivitas masyarakat di sektor lain.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan pemerintah akan melaksanakan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah Lebaran 2026. Nantinya akan ada imbauan pula bagi pekerja swasta. Airlangga mengatakan, pihaknya masih akan merinci aturan WFH bagi ASN nantinya. Dipastikannya pelaksanaannya dilakukan dalam waktu dekat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....