Angkasa Pura Biak Usulkan Konsep Konektivitas Penerbangan Internasional
- 11 Okt 2025 05:55 WIB
- Biak
KBRN,Biak: Berdasarkan hasil evaluasi nasional atas parameter penilaian bandara internasional sebagaimana diatur dalam Permenhub 39 Tahun 2019 dan Kepmenhub 31 Tahun 2024, Bandara Frans Kaisiepo (FKO) Biak secara teknis telah memenuhi seluruh persyaratan untuk dikategorikan sebagai bandara internasional. GM.PT Angkasa Pura Bandara Internasional Frans Kaisiepo (FKO) Biak,Iwan Sanusi Libere mengatakan hal itu kepada RRI,melalui keterangan persnya,Sabtu (11/10/2025)
"Dari aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, Bandara FKO Biak telah memiliki sertifikat bandar udara, pemenuhan standar RESA dan runway strip, klasifikasi landas pacu internasional, serta dukungan navigasi berbasis kinerja (PBN/RNAV/RNP) yang sesuai dengan standar ICAO"ujar Iwan Sanusi
Selain itu, fasilitas CIQ (Customs, Immigration, Quarantine) telah tersedia lengkap, termasuk terminal penumpang internasional dan sarana pendukung pelayanan.
"Namun tantangan utama yang dihadapi saat ini bukan terletak pada pemenuhan syarat teknis, melainkan pada aspek skala ekonomi dan rendahnya permintaan (demand) pasar terhadap penerbangan dan aktivitas perdagangan luar negeri dari dan ke Biak,"ucapnya.
Secara ekonomi, apabila tidak terdapat aktivitas penerbangan internasional reguler dan tidak tercipta pergerakan wisatawan mancanegara maupun kargo ekspor-impor yang signifikan, maka status dan fungsi operasional internasional berpotensi ditinjau ulang atau bahkan ditutup kembali karena tidak memberikan nilai keekonomian yang berkelanjutan.
"Oleh sebab itu, kami dari Bandara FKO Biak terus berupaya menyampaikan berbagai konsep dan inisiatif untuk mendorong terciptanya demand ekonomi dan konektivitas internasional.Salah satu langkah strategis yang sedang kami lakukan adalah mengusulkan kerja sama dengan beberapa Kedutaan Besar negara-negara di kawasan yang memiliki jarak tempuh penerbangan antara ±2 hingga 5 jam dari Biak, seperti Jepang, Palau, Guam (AS), Papua Nugini, dan Filipina,"ujar Iwan Sanusi Libere.
Langkah tersebut merupakan bentuk nyata sinergi dan komitmen kami dalam mendukung kebijakan pemerintah guna mengoptimalkan fungsi bandara internasional, memperkuat konektivitas wilayah timur Indonesia, serta membuka peluang investasi dan pariwisata baru bagi Kabupaten Biak Numfor dan Provinsi Papua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....