Tren Penurunan Tingkat Pengangguran di Indonesia

  • 12 Mei 2025 02:22 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Tingkat pengangguran di Indonesia pada Februari 2025 tercatat sebesar 4,76%, mengalami penurunan sebesar 0,06% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 4,82%. Penurunan ini melanjutkan tren penurunan yang sudah dimulai sejak 2021, berdasarkan data dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Mei 2025. Angka ini menunjukkan adanya perbaikan dalam perekonomian Indonesia, meskipun tantangan pengangguran masih tetap ada.

Dari sisi demografis, pengangguran di Indonesia juga menunjukkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin. Pengangguran laki-laki tercatat sebesar 4,98%, sedangkan pengangguran perempuan lebih rendah, yakni 4,41%. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam penyerapan tenaga kerja antara laki-laki dan perempuan. Meskipun perbedaan ini ada, keduanya mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu, yang menjadi indikasi adanya peningkatan peluang kerja bagi kedua gender di Indonesia.

Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat pengangguran antara daerah perkotaan dan perdesaan. Di perkotaan, tingkat pengangguran tercatat lebih tinggi, yaitu 5,73%, sementara di perdesaan, tingkat pengangguran lebih rendah, hanya 3,33%. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun lapangan pekerjaan lebih banyak tersedia di kota-kota besar, persaingan di kota juga lebih ketat, sementara di perdesaan, peluang pekerjaan lebih terbuka meski dengan jumlah yang terbatas.

Tren Penurunan Tingkat Pengangguran (Foto : Antara)

Faktor penurunan tingkat pengangguran ini juga didorong oleh sektor informal yang semakin berkembang. Jumlah pekerja informal di Indonesia pada Februari 2025 mencapai 59,40%, yang meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain itu, sektor-sektor seperti perdagangan, mobil/motor, perawatan, pertanian, dan industri pengolahan juga semakin menyerap lebih banyak tenaga kerja, berkontribusi pada penurunan tingkat pengangguran. Peningkatan serapan tenaga kerja ini menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

Pemerintah Indonesia diharapkan terus mengoptimalkan kebijakan-kebijakan yang mendukung peningkatan lapangan pekerjaan. Sektor-sektor yang berpotensi menyerap banyak tenaga kerja, seperti sektor perdagangan, perawatan, dan industri pengolahan, perlu mendapat perhatian khusus. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat terus menurunkan tingkat pengangguran, terutama bagi kelompok usia muda dan perempuan yang masih menghadapi tantangan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....