Kolaborasi Lintas Sektor,Melalui Rakor MBG Papua Genius di Biak

  • 15 Jan 2026 11:40 WIB
  •  Biak

RI.CO.ID, Biak - Rapat koordinasi lintas sektor untuk Program MBG (Makanan Bergizi Gratis) Papua Genius Kabupaten Biak Numfor berlangsung di Swiss-Bellhotel Cendrawasih Biak pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini adalah kerjasama Yayasan Jenewa Madani Indonesia, UNICEF serta Pemerintah Daerah Biak Numfor dan menghadirkan berbagai stakeholder untuk menyatukan pemahaman dan mendapatkan komitmen dalam pelaksanaan program ini.

Menurut Safa Syahrani, Nutrition Manager Yayasan Jenewa Madani Indonesia untuk Program Papua Genius bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan anak melalui integrasi MBG. Pendanaan program berasal dari Jepang dengan sasaran 7.500 siswa untuk penerima MBG, serta 700 tenaga kesehatan yang juga menjadi sasaran untuk mendapatkan edukasi dari program ini.

"Saat ini kami mendukung lima dapur dengan melakukan rehabilitasi agar sesuai standar BGN (Badan Gizi Nasional). Dua di antaranya di Waupnor dan Mandala sedang dalam tahap renovasi dengan kontraktor yang telah ditetapkan," ujar Safa.

Ia menjelaskan, pihaknya berkolaborasi bersama UNICEF untuk mendukung program ini. UNICEF sendiri siap mendukung dengan penyediaan peralatan, sementara Jenewa juga fokus pada peningkatan kapasitas penjamah pangan.

“Sebelumnya kami sudah melakukan pelatihan untuk lima dapur dan besok dua lagi, jadi ada tujuh dapur dan tidak menutup kemungkinan akan ada dapur lain yang kita latih,”ucapnya.

Safa juga menambahkan, untuk program ini pihaknya akan mendukung daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Namun, konsep dukungan tersebut baru akan dibahas bersama Pemerintah Biak Numfor, kemungkinan pada akhir bulan ini atau awal bulan depan, untuk menentukan apa saja yang dapat dilakukan serta bentuk dukungan yang sesuai untuk wilayah tersebut.

“Sampai saat ini, program ini kami baru menyasar wilayah Biak Kota dan Samofa, dengan target peserta dari TK dan SD. Kami juga telah melakukan pelatihan untuk guru PAUD dan SD tentang edukasi gizi serta implementasi MBG yang baik dan pelatihan terkait kantin sehat.

Ia menekankan selain MBG, pihaknya juga mendukung aspek BGN maupun SPPG dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan program ini berjalan dengan baik.

“Jadi kita lihat bagaimana ini bisa menjadi pilot project bagi daerah-daerah lain, MBG itu tidak hanya memberi makan, tapi betul-betul lengkap. Jadi grow monitoring, dengan adanya program ini, data bisa dipantau setiap bulan dan sebagainya. Nakes juga mendapatkan pelatihan, kemudian guru-guru juga mendapatkan pelatihan,” ujar Safa menegaskan.

Sementara itu, Sekretaris Satgas MBG Biak Numfor sekaligus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikdaya) Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd menjelaskan bahwa kegiatan ini difasilitasi Yayasan Jenewa sebagai mitra UNICEF yang tidak hanya mendukung pelaksanaan MBG, tetapi juga membantu dalam aspek pendidikan dengan melatih guru tentang literasi gizi, melatih pekerja dapur, serta meningkatkan kualitas dapur melalui renovasi dan penyediaan peralatan.

“Melalu pertemuan ini, kita ingin tentu menyatukan pemahaman agar pelaksanaan MBG berjalan dengan baik, mendapatkan komitmen dari semua stakeholder untuk berkontribusi positif dalam mempercepat cakupan MBG, serta menghasilkan platform yang memungkinkan semua stakeholder melihat progres MBG, sehingga masyarakat, stakeholder, dan pemerintah dapat berperan secara optimal,” ungkap Kadis Dikdaya.

Rapat Koordinasi ini diikuti oleh berbagai pihak terkait, termasuk TNI, Polri, PKK, Nakes dari Puskesmas, Pemerintahan Distrik, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan BAPEDA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....